

Secarik kertas ku paparkan…
Tarian tinta menari indah di hamparannya…
Secarik kertas lagi – lagi ku paparkan…
Mengisahkan engkau dalam alunan tinta dan cintanya…
Menari..
Berlari hilir mudik nan larut dalam penghayatan…
Bersama tetesan pijar – pijar bening…
Bersama desah – desah kerinduan yang menggebu – gebu bak taufan menghempas padang…
Bersama seuntaian do’a dan pijar – pijar bening yang serentetan tetes demi tetes terhampar bersama tarian tinta ini…
Bersama itu lah yang menjadi harapan…
Keinginan… kerinduan… kehangatan… sebuah dekapan pengobat pijar – pijar bening yang berlinang…
Menderu… tiada henti memerangi gersangnya hamparan lembut pipi mungil yang rindu akan keriangan… tawa… kebersamaan…
Hari ini ibu, pijar – pijar bening kembali terurai panjang setelah sekian lamanya waktu berlalu tanpa pertemuan yang tak kunjung hadir menjemput kepulangan…
Ibu… jika hayat ini masih panjang…
Izinkan pijar – pijar bening ini mendarat bersama hangatnya dekapanmu…
Pijar – pijar bening yang selalu menunggu pertemuan…
_______________
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com