Kenang | Puisi : Yeni Maulidah

80

KENANG

Ada getar suaramu yang menari-nari dalam kepala

Tiba-tiba saja kedatanganya seperti laju angin yang tak diundang

Tepat pada malam itu pukul sepuluh

hujan turun deras, dari mata yang menolak lupa

Perihal kisah yang masih terukir dalam aksara

dan namanya, yang tak pernah alfa di setiap doa

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Kala itu kau yang menjelma bintang dalam gelapnya malam

Sedang aku membayang jadi bulan

Sempat ingin kusentuh langit, meski hanya untuk semalam

Namun bintang keburu hilang

Rupanya hanya kenang

~

Cirebon, 2022

Yeni Maulidah. Puisinya dimuat dalam surat kabar Radar Cirebon (2021), Radar Pekalongan (2021), Harian BMR Fox (2021), Radar Madiun (2021), Utusan Borneo (Malaysia, 2022), juga tayang di media online, yaitu Harian Visualisasi Puisi, Merupa Sastra, Rembukan, Kaki Senja, Literasi Kalbar, Kosana, Tajdid, Suku Sastra, Kelas Puisi Alit, Pemuda Jejak Pena, Riau Sastra, Asqa Imagination School, Ruang Jaga, Langgam Pustaka, Dunia Santri dan Sabah 360 (Malaysia).

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan