Arini Bias Rindu, Hati yang Bolak-balik dan Benci yang Berlebih: Catatan Bambang Kariyawan Ys.

52

Dalam sebuah kesempatan beberapa waktu yang lalu sempat bersama Asma Nadia di Jakarta. Menyebut nama beliau tentu teringat novel-novel best seller seperti Surga yang Tak Dirindukan, Assalamualaikum Beijing, Assalamualaikum Baitullah, dan lain-lain. Beliau memotivasi kita untuk menulis di platform kepenulisan. Himbauan ini menjadikan penulis menjadi insan berdaya. Salah satunya adalah aplikasi KBM App.

Data menunjukkan bahwa penghasilan dari menulis novel di KBM (KBM App) bervariasi, mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada popularitas dan penjualan karya. Penulis bisa mendapatkan penghasilan dari sistem bagi hasil penjualan cerbung digital, dengan beberapa penulis sukses mencapai pendapatan kotor melebihi angka miliaran rupiah.

Platform Menulis & Publikasi Online

Platform-platform ini memungkinkan penulis untuk mempublikasikan cerita mereka secara bertahap dan membangun audiens. Beberapa di antaranya juga menawarkan peluang monetisasi.
1. Wattpad: Salah satu platform paling populer secara global, memungkinkan penulis untuk berbagi cerita mereka secara gratis dan mendapatkan pembaca dalam jumlah besar. Ini sangat ideal untuk membangun jaringan dan basis penggemar.
2. Storial.co: Platform buatan Indonesia yang memungkinkan penulis untuk menerbitkan karya mereka per bab dan mendapatkan penghasilan melalui sistem koin atau model bagi hasil.
3. KaryaKarsa: Platform lokal lainnya di mana penulis dapat menjual karya mereka (baik novel, komik, atau karya lainnya) secara langsung kepada pembaca melalui sistem dukungan kreator atau pembelian per bab/konten.
4. Fizzo Novel/Innovel/GoodNovel: Aplikasi-aplikasi ini sering menawarkan kontrak kepada penulis yang karyanya memenuhi kriteria tertentu, seperti jumlah kata minimum, dengan potensi penghasilan tetap atau bonus berdasarkan performa bacaan.
5. Medium: Meskipun lebih dikenal sebagai platform blogging, Medium juga digunakan oleh penulis untuk mempublikasikan cerita pendek atau novel berseri, dengan opsi monetisasi melalui program keanggotaan.

Aplikasi dengan Fitur Manajemen Naskah

Aplikasi ini lebih berfokus pada proses penulisan, pengorganisasian ide, dan penyusunan struktur novel sebelum (atau selama) dipublikasikan.
1. Scrivener: Dianggap sebagai perangkat lunak andalan untuk penulis profesional, Scrivener menawarkan fitur lengkap untuk mengelola ide, catatan, karakter, dan bab dalam satu proyek. Cocok untuk novel dengan alur cerita yang kompleks.
2. Novelist/Novelist – Write novels: Aplikasi seluler yang dirancang khusus untuk novelis, membantu dalam perencanaan cerita, pengelolaan karakter, dan pengorganisasian bab, dengan fitur cadangan otomatis.
3. Google Docs/Microsoft Word: Aplikasi pengolah kata standar ini sangat umum digunakan. Keuntungan utamanya adalah aksesibilitas lintas perangkat (melalui cloud) dan fitur kolaborasi. Namun, fitur manajemen proyek novelnya terbatas dibandingkan aplikasi khusus seperti Scrivener.
4. JotterPad/Pure Writer: Aplikasi menulis minimalis yang dirancang untuk fokus. Mereka menawarkan antarmuka yang bersih tanpa gangguan, ideal untuk penulis yang ingin fokus pada penulisan draf pertama.

Pemilihan platform atau aplikasi tergantung pada tujuan penulis: membangun audiens dan monetisasi cepat (platform online) atau manajemen proyek penulisan yang mendalam (aplikasi khusus).

Masalah dalam menulis novel di KBM (Karya Bintang Mahameru) mencakup tantangan umum seperti kurangnya ide yang jelas, plot yang lemah, karakter yang tidak berkembang, dan kelemahan bahasa serta teknis penulisan. Selain itu, ada juga tantangan spesifik platform seperti memahami dinamika platform dan aturan konten yang ketat (anti-porno dan anti-pornografi), serta mengikuti sistem kurasi dan menjaga konsistensi agar karya dilirik editor.

Etika menulis novel di KBM App mencakup beberapa aspek penting berupa konsistensi dalam mengunggah bab, kualitas penulisan yang baik (ejaan, tata bahasa, alur cerita), tanggung jawab terhadap pembaca untuk menyelesaikan cerita, dan interaksi yang positif dengan komunitas pembaca. Penulis juga sebaiknya memperhatikan promosi yang bijak dan menjaga hubungan baik dengan editor atau platform.

Etika kepenulisan itu telah purna bagi penulis novel “Arini: Bias Rindu” yang hari ini kita bincangkan. Naya R, begitu nama penulisnya yang dikenal telah “menjadi” dari ketekunannya dalam menulis novel di KBM App. Novel yang telah diproduksinya antara “Masih Adakah Surga Untukku”, “Bias Rindu”, “Takdir Cinta Mayra”, dan “Lafaz Cinta untuk Ainun”.

Novel Arini: Bias Rindu yang dibincangkan kali ini diterbitkan LovRinz Publishing tahun 2020 merupakan cetak ulang ke-10 dengan 362 halaman dan 27 bab. Bisa dibayangkan apresiasi tinggi dari pembaca dan tentunya pendapatan yang mengiringinya.

Suatu pertanyaannya seiring perjalanan waktu, apakah novel yang dihasilkan platform telah menjadi salah satu solusi atas permasalahan minat dan daya baca masyarakat kita?

Terlepas dari itu novel Arini: Bias Rindu kali ini kita bincangkan dalam upaya memperpanjang usia kekaryaan sebuah karya. Dengan cara inilah sebuah karya yang telah lahir dan sepopuler apapun akan mati pada waktunya. Kita perlu budaya membincangkan atau bedah karya sebagai bentuk sikap kritis kita akan suatu karya. Budaya itu hampir hilang di kalangan kita hari ini. Istilah lainnya meredup.

Secara hakikat novel ini dapat kita kaitkan dengan dua hadis yang sering kita dengar dalam ceramah dan nasihat masalah hati, yaitu:

Dalam sebuah hadis disebutkan “Hati manusia berada di antara dua jari Allah yang Maha Pemurah, dan Allah membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya”.

Cintailah orang yang engkau cintai sekadarnya, karena bisa jadi kelak ia akan menjadi musuh bagimu. Bencilah musuhmu sekadarnya, karena bisa jadi kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan Al Albani).

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Dienullah Rayes

Berita Lainnya

Masalah membolak-balik hati adalah tema menarik untuk diangkat dalam prosa. Dari sanalah alur, plot, dan konflik mengalir. Tokoh-tokoh dalam novel ini dirancang untuk dibuat terbolak-balik hatinya.

Perjodohan dan balas budi menjadi pembimbing alur dan plot cerita. Satu pertanyaan era pembayaran online sekarang masih adakah perjodohan yang dipaksakan? Zaman Siti Nurbaya? Cerita-cerita KBM terkait perjodohan yang marak biasanya digarap penulis-penulis Cina yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia karena perjodohan bisnis.

Arini, Hanafi, Bella, Adrian, tokoh yang dipilih memiliki karakter yang kuat. Tokoh sentral hubungan Hanafi dan Arini dibenturkan dengan kehadiran Adrian dan Bella menjadi energi nafas panjang dalam kepenulisan novel.
Titik bolak-balik hati salah satunya kala satu permintaan Arini kepada Hanafi (yang sebelumnya berusaha membencinya) untuk diberi nafkah batin setelah 6 bulan ijab kabul pada h. 194.

“Aku ingin Uda menyempurnakan diriku sebagai seorang istri, malam ini.” Arini seperti melepaskan sebuah bongkahan batu besar dari dadanya.

“Arini …” Hanafi merasa sudah tidak berpijak lagi di bumi. Arini semakin dekat. Kini mereka benar-benar sudah tidak berjarak. Hanafi bergetar.

Pilihan kata penulis tentunya telah memikirkan yang terbaik dalam mendeskripsikan situasi privasi tersebut. Pengalamanlah yang membuat deskripsi tersebut terpilih agar tidak terjebak dalam imajinasi pornografi.

Pilihan diksi lain yang indah kali berhubungan suami istri terdeskripsi kala Hanafi melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami pada Arini dalam keadaan hamil setelah sekian lama hati terbolak-balik.
Kita simak deskripsinya pada h. 330 s.d. 331.

Arini tersenyum manis. Hanafi terpana. Dan detik-detik berikutnya, subuh yang dingin menjadi terasa panas. Hanafi membuktikan ucapannya, ia melakukannya dengan lembut dan sangat hati-hati. Sehingga keraguan dan kecemasan Arini sirna.

Ini menjadi titik balik perasaan Hanafi pada Arini. Sejak menikmati keindahan surga dunia, rasa sayang itu pun tumbuh berbunga wangi.

Sosiologi sastra berperan dalam novel ini, apa yang melingkupi seseorang kala lahir, masa kecil, dan tempat berinteraksi akan berpengaruh pada karya yang dihasilkan. Ranah Minang dengan detil lokasi dan tradisinya telah purna dijelaskan penulis kelahiran Duri. Asumsi penulis berdarah keturunan dan berlingkungan orang Minang.

Lorong-lorong rumah sakit dan ruangan serba putihnya menjadi penguat latar bahwa novel ini menghadirkan tokohnya yang dominan adalah tiga orang dokter dan sosok wanita kuat Arini. Adrian yang terkagum dengan Arini dan Bella yang terkagum dengan Hanafi.

Kekuatan riset dalam penulisan novel sangat dikedepankan. Bila kekuatan dan kedalaman riset gagal, maka akan terasa goyah alur cerita yang sedang dibangun penulis. Saya coba menelusuri benarkah UI dan UGM punya program S2 Ilmu Gizi? Ternyata memang ada. Dari hal kecil ini menjadi catatan bahwa penulis memang melakukan riset panjang untuk menyelesaikan novel ini. Meski terdapat beberapa catatan tanya mengingat saya pernah berlama tinggal di Yogyakarta.

Hal ini dapat terlihat pada h. 218 dan 219 yang menggambarkan pembayaran taksi dengan manual dan mobil online. Berarti ada dua situasi waktu terkait pembayaran kendaraan yang berbeda. Apakah bandara yang didatangi Arini itu, bandara Adisucipto atau Kulonprogo?

Peran editor dalam penerbitan sebuah karya sangat berperan penting untuk hadirnya kesempurnaan tampilan dan isi karya. Dalam novel ini ada beberapa catatan terkait editor yang mesti menjadi perhatian.

Periode kehamilan Arini? Apakah seorang perempuan pusing dan mual kala hamil sudah dimulai pada minggu ketiga?

Bayi pertama lelaki atau perempuan? (h. 358)
“Alhamdulillah, bayinya laki-laki, Bu, Dok, Semuanya lengkap.” Dokter Nilam dibantu perawat membersihkan mulut sang bayi dan juga tubuhnya dari kotoran. Setelah itu, salah seorang bidan membungkus tubuh bayi perempuan itu dengan kain bedong.

Bagaimanapun novel Arini: Bias Rindu menjadi penanda bahwa ketekunan akan membuahkan hasil. Tahniah.

Pekanbaru, 30 November 2025

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan