Bupati Kampar Pasangkan ‘Soluok’ pada Penobatan Ninik Mamak Persukuan Domo Kenegerian Airtiris

AIRTIRIS – TIRASTIMES || Bupati Kampar,  Catur Sugeng Susa)anto Datuok Rajo Batuah menghadiri dan ikut memasangkan soluok (penutup kepala khas adat) kepada ninik mamak Persukuan Domo Datuok Rajo Malano Kenegerian Airtiris, di Tanjungbarulak, Kabupaten Kampar, Rabu (16/11).

Keempat ninik mamak yang dinobatkan tersebut adalah Datuok Paduko Bosau yang disandang oleh M. Andri, Datuok Juang Sakti (Ahmad Andri),  Datuok Majo Kampau (Khairil Amri) dan  Datuok Ompek  Pasukuan Domo (Irwan). Upacara berlangsung dalam protokol kesehatan Covid 19 yang ketat.

Tampak hadir dalam acara adat yang dipusatkan di lapangan sepakbola Desa Tanjungbarulak -sekitar 200 meter dari Masjid Jamik yang bersejarah, antara lain Ketua DPRD Kampar, M. Faisal, MT,R Wakil Ketua DPRD Kampar, Repol, SAg, dan pejabat tingkat kecamstan dan kenegerian Airtiris. Sejumlah undangan dan anak kemenakan di perantauan juga hadir di antaranya keluarga Alm. Buya Mansur Abdul Jabbar- Hj. Aminsuri Wahidy yang diwakili Roslaili MA Jabbar beserta putrinya Lis Suryati dan suami, Fakhrunnas MA Jabbar dan istri.

Bupati Kampar, Catur Sugeng dalam pengarahannya mengatakan  di Kabupaten Kampar dikenal adanya prinsip ‘Tali bapilin tigo’ yang menempatkan pemerintah, ulama dan pemuka adat’ dalam membangun negeri. Kekuatan utamanya adalah kebersamaan dan sikap  gotongroyong. Selama ini hubungan harmonis ketiga unsur sudah berjalan baik.

”Rangkaian adat yang diperlihatkan dalam upacara penobatan ninik mamak yang terkesan lama dan berputar-putar menunjukkan sebuah filosofi pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah dan diskusi,” kata Catur.

Sekaitan, adanya permohonan bantuan yang diajukan kepada dirinya, Bupati yang berasal dari Boyolali ini menjelaskan, Kabupaten Kampar terdiri atas 21 kec amatan, 251 desa dan luasnya 11 ribu km persegi memiliki hak yang sama untuk dibangun. Oleh sebab itu, bantuan yang  diberikan harus merata dan berkeadilan. APBD Kabupaten Kampar sekitar Rp. 2,7 T.

Di awal acara,  Dr. Ilyas HU, MH mewakili Ketua Panitia dan anak kemenakan menyampaikan keberadaan Bupati Kampar, Tjatur yang sudah dipandang ‘pulang induok  ka suku Domo’ sehingga menjadi ‘datuok jo kamanakan’ bagi daerah ini. Oleh sebsb itu, dihimbau kepada seluruh   masyarakat agar sering membantu Bupati Kampar.

”Dalam upacara penobatan ninik mamak ini, Pak Bupati susah membantu seekor kerbau,” kata Ilyas. Ketua Panitia acara ini, Rushan Bustari tak dapat hadir karena menderita sakit.

Ilyas juga melaporkan, pemerintah Kampar telah menyetujui beberapa proyek infrastruktur yakni pembangunan jembatan Sungai Kampar yang menghubungkan Pasar Usang dengan desa seberang  Balaijering senilai total Rp. 22 M. Namun, bantuan sari pemerintah masih diharapkan untuk pembangunan toilet Masjid Jamik. Terakhir, permohonan pembangunan rumah godang Datuok Rajo Malano.

Turut memberikan sambutan dari pihak  Ughang Limbago ysang diwakili  Dt. Zarmi.

Dalam rangkaian upacara adat penobaran digelar acara ‘basiacau’ antara para ninik mamak yang dipimpin Datuok Rajo Malano. Secara bergantian para ninik mamak saling melontarkan ungkapan adat.  Dalam acara ini tampil Dt. Paduko Jalelo, Dt. Atin, Dt.  Mongguong, Dt. Indokomo dan sejumlah datuok lainnya.

Sebelum dilakukan pengambilan sumpah bagi keempat ninik mamak dilakukan peletusan meriam melalui pembakaran mercon. Upacara ini diakhiri dengan ‘makan bajambau’ yang melibatkan sekuruh warga masyarakat yang berhadir.(ns)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan