Kategori Pencarian
Budaya
Februari Temani Aku: Puisi Bunda Swanti
Februari temani aku karena pada setiap
harinya bertengger alismatamu yang indah…
Mie Tanjung Pinang: Puisi Bambang Kariyawan Ys.
Kita akan selalu menelusuri jalan ini
Bintan ... nama yang selalu disebut-sebut beraroma…
Kelong Sunyi: Cerpen Bambang Kariyawan Ys.
Kesendirian berteman angin malam. Ditemani lampu badai Zainal menyusuri lautan.…
Taman Tamadun: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sejatinya keluarga bunyi-bunyian sebagai penghuni muka dan perut Ardha, meliputi keluarga…
Wak Wak: Puisi Wahyu Mualli Bone
Wak Wak, jarang-jarang kita kumpul serentak, apa hal ini.
Wak Wak, sedapnya cakap apa.…
Agama Hitung Cepat: Puisi Rian Harahap
agamanya adalah hitung cepat
berpacu dengan fantasi kursi
berpacu melodi senayan…
Mengenang Kepulanganmu: Puisi Bunda Swanti
Runcing rasa menusuk helai cita
Katamu lelah menjadi kepala sekolah
Lantas kau pun lulus…
Iqtibas Sagu dan Ruyung: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kalau tidak dipecahkan ruyung manakan dapat sagunya.
Mengolah sagu jadi aneka santapan…
Yang Satu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Salam sua swa
Sudah mencapai pengetahuan yang satu jangan terpaksa menduakan bahkan…
Maafkan Aku Ibu: Cerpen Rendy Artha Luvian
Seorang pemuda terlihat gelisah, ia tak bisa berhenti bergerak di tempat duduknya. Matanya…
Azan: Cerpen Fauzi
Belakangan ini suara azan di surau begitu memekakan telinga. Ketenanganmu seolah diusik…
Segelas Kopi Di Kereta Api: Puisi Massittisya
Segelas kopi di kereta api,
Menerima ada di masa yang tak biasa
Mengalah pada angin yang…
Lorong Waktu: Puisi Bunda Swanti
Lorong waktu mengajarkan
Nikmatnya menelan perih
Mengais ribuan pinta
Selalu ada di…
Senandungku: Puisi Yurattia Yudian
Bilaku berdiam di detak waktu, hanya engkau yang tahu apa di dalam pikirku
Bilaku…
Tahun Baru Imlek: Syair Sariana
Assalamualaikum kerabat setanah air
Hamba menyapa lewatlah syair
Sambutlah salamku…