Kategori Pencarian
Budaya
Masjid Khudamuddin: Puisi Husnu Abadi
kucari-cari rumah Mu di sini
Tempat aku merehat-rehat
Setelah lawatan dunia
Tak juga…
Mayat Kenangan: Puisi Palito
di hadapan Yang Maha Puisi;
kami tak takut dicabik-cabik kenangan
dipaksa subur di bulan…
Kematian Sepucuk Surat: Puisi Zulfadhli
email email menyisipkan pesan
dalam waktu ringkas serba terhubung
hilang sudah secarik…
Manila dan Manula: Puisi Husnu Abadi
Ada sepasang merpati
Berduaan sepanjang hari
Menikmati matahari pagi
Tak henti- henti…
Lune et Étoile: Cerpen Yansi Aresta Camila
Sore hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati cahaya matahari sore dan desir ombak…
Bandara Ninoy Aquino: Puisi Husnu Abadi
Namamu ada di sini
Lambang perlawanan
Atas rezim tirani
Engkau memang luar biasa…
Mencintai Mayat: Puisi Palito
tubuh ayah dan ibu terbujur dingin dan kaku,
kedua matanya melotot;
melototi waktu yang…
Titanic: Puisi Yenni Reslaini
seperti hari yang akan terus digandoli ingatan
tidak sekedar romantisme gubahan lirik…
Papan Reklame: Puisi Fathurrozi Nuril Furqon
Kami berserah pada papan reklame
Saat telah padam unggun
Yang coba kami nyalakan
Untuk…
Titisan Tinta: Puisi Yenni Reslaini
tak perlu kau bayar aku
dengan oceh seribu satu
cela segala buruk rupa
kata adalah…
Parade Akhir Waktu: Puisi Denok Aisandi
kau temukan parademu
di antara lengkingan manusia shaleh
dan rintihan para pendosa
mana…
Jejak Matahari Pagi: Puisi Yenni Reslaini
susur jalan diam menerima kabar angin
hijau lembut penuh kristal mengguyur
dedaunan sapa…
Kembali Pra Neanderthal
Waktu telah berjaya
Mengembalikan manusia
Pada zaman pra Neanderthal
Saat di catwalk…
Ode untuk Palestina, untuk orang-orang munafik di luar sana: Puisi Fathurrozi Nuril Furqon
Di surat kabar, layar televisi
Dan kolom website
Orang-orang membakar realitas
Menimbun…
Rindu Pada-Mu: Puisi Rin
Jiwa sendirian melangkah sepi
Air mata mengalir syahdu
Mulut dibungkam oleh dusta
Asa…