Mayat Kenangan: Puisi Palito

107

di hadapan Yang Maha Puisi;
kami tak takut dicabik-cabik kenangan
dipaksa subur di bulan juni yang mati

kami tidak lagi awali ibadah puisi
dengan niat doa yang selama ini
merawat anak-anak kata yatim

di lambung kehidupan yang tamak
kami tak lagi mencari cinta yang beranak
sejak kami memakamkan mayat kenangan dengan tidak layak.

Sungai Sirah Pilubang, 6 Juli 2024

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan