Kategori Pencarian
Perahu Kata
Isbat Sabit: Puisi Wahyu Mualli Bone
Maka depan, dahulunya kini dan lalu.
Telinga batu siap terendam menyimpan bayang badai…
Si Hitam yang Tangguh: Puisi Lalik Kongkar
Aromamu hangatkan suasanaku.
Hitammu memberikan sejuta kenikmatan.
Pada gelasmu aku…
Putih: Puisi Rifqi Septian Dewantara
Sudah lama rasanya aku mendekam kegelapan ini—terkantuk-kantuk, terbatuk-batuk, mengutuk;…
Ibu: Puisi Nurzuha
Ibu,
i.b.u
tiga huruf sakti
jika diucapkan berhenti darah mengalir
jika dengar kata…
Mampu Mimpi: Puisi Wahyu Mualli Bone
Mimpi jalar
Memakan bulan
Mimpi jalur
Menelan angin
Mimpi legak
Menepuk kabar
Mimpi…
Sanggam Kekasihku Rembulan: Puisi Rifqi Septian Dewantara
Mimpi itu, tangan memuncratkan darah
Mimpi kembali, lekap kelamin asmara
Mimpi beruntun,…
Pada Sebuah Jeda: Puisi Lalik Kongkar
Pada sebuah jeda, aku berhenti sejenak.
Merenungi semua yang yang tak kunjung baik.…
Sal Bengis Muka: Puisi Wahyu Mualli Bone
Setajam pisau dapur.
Spektakuler investigasi rupa, investasi seputar raga.
Tak cukup…
Seperti Elang Menyongsong Angin: Puisi Rifqi Septian Dewantara
Ia bersewaka
dalam goa-goa sangkar
mematuk-katup hidup
menutup-maut hirup
Sementara…
Rahim Perisa: Puisi Wahyu Mualli Bone
Dipilih sesuai duduk akar
Menjalari gambut ada gabahnya
Menjulur sulur ada lembahnya…
Menghitung Rindu: Puisi Lalik Kongkar
Aku suka duduk di atap rumah.
Di sepertiga malam yang lingsir.
Sambil menghitung bintang…
Negeri Para Ketua: Puisi Wahyu Mualli Bone
Dari balita hingga ke renta
Pernah menyimak dan melaluinya
Tanya jawab dan saling sapa…
Lajang Celur: Puisi Zainul Dakwah Arabi
Selanjutnya setelah tiada juga benar benar ada
Hampir habis tarif sadar disandar
Keluar…
… dan mata itu terpejam: Puisi Aal Rahim Sekha
Mata itu kulihat dari samping
Seulas delima baru merekah
Di atas dagu mungil yang lancip…
Maut yang Mendekat: Puisi Laura Rafti
Ma, di ruang rumah sakit
Mama terbaring
Rasa sakit menggelayut di dalam tubuh
Ma,…