Kategori Pencarian
Perahu Kata
Mengadu: Puisi Amrullah
Lampu menyinari ruang gelap itu
Bersinar seperti mata ibu
Satu-satu hilang dipeluk…
Di Bawah Glodokan Tiang: Puisi Masnita
Di bawah pohon glodokan tiang
Di dalam tenda kuning
Di bumi Pekanbaru yang mendung
Kita…
Blonde Yang Menghitam: Puisi Wahyu Mualli Bone
Bleaching dulu agar warna lain lebih sesuai keinginan pasca pengaplikasiannya di rambut.…
Lambang Segan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Ada pada suatu harinya, sejak puisi puasa agak beberapa putaran benda langit, di situlah…
Keseganan Pertemanan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kamu sajalah yang pegang pena, sesuai selera. Pakai yang kamu punya bila ada, yang punya…
Gagal Sebenarnya: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sudah sampai ke generasi yang hampir menghabiskan tangga huruf. Sistem penanggalan sesuai…
Segelas Kopi Sore Hari Menanti Tawa: Puisi Muslih Marju
Segelas kopi diberi pemanis jualan yang laris di sore antara waktu yang lelah.
Mulai…
Deskripsi Kasih: Puisi Dewis Pramanas
Kau tabur bunga-bunga asmara
Dibalik resah yang tertanam
Bulir-bulir itu menetes…
Serenada Rahsa: Puisi Dewis Pramanas
Menjelang pagi, aku masih saja bercengkrama dengan coleteh-coletehmu yang buatku tersenyum…
Bunting Bintang: Puisi Wahyu Mualli Bone
Penghuninya jelas ada. Jauhlah memang dari daya, belum dicoba.
Sekarang sedang bunting…
Kenan Kampung Kanan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kemudian berkisar dua windu memutuskan gelar dada kerah suai kepala yang bakal tegap…
Tenunan Jengah: Puisi Wahyu Mualli Bone
Lebih cerah dari kemarin
Tanpa rayuan bintang jarang
Bersama arus keruh kusam dari…
Kopi: Puisi Muslih Marju
Sesap hangat bau biji hitam
Tutup hidung senja kala hinggap
Segar tubuh sedia imajinasi…
Ada Yang Sedih Tapi Tak Keluar Air Mata: Puisi Muslih Marju
Halaman buku usai dibolak-balik, ketemu masa silam penuh birahi dan hasrat bertumpuk di…
Janji Setia: Puisi Ina Gunarti
di tengah gulita malam
hening merayap perlahan
suara hati berbisik lembut
rindu kekasih…