Ku Sebut Sia-Sia: Puisi Prayogi Hadi Santoso

62

Baik mungkin juga bukan
Kemarau matanya
Telah kering terkuras
Jatuh dengan kalbunya
Runtuh bersama malam-malam

Dipandang jauh hanya fana kebodohan
Menunggu sirna dari peredaran
Jiwa yang kelelahan
Dusta merekah

Berita Lainnya

Peluklah damai
Walau sia-sia
Kenyataannya sudah mati
Tebal dari lapisan di wajah
Memakan harapan kosong
Pada hari-hari
Menjelang hilangnya perkabaran

Ruang Kekosongan, 30 Agustus 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan