Kategori Pencarian
Perahu Kata
Saat Puisi Bungkam: Puisi Wahyu Mualli Bone
Gelap warnanya, yang dapat dibaca mata hanya hitam.
Terang saja, nampak segala sudut…
Berebut Sebut: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Silam ditinggal, akhirnya
Kian akrab kau disebut kamu jadi tegang garis-garis rahang…
Perempuan Lembut Tetapi Kuat: Puisi Bunda Swanti
Di tepian senja, di antara bayang-bayang,
Dia berdiri tegar, anggun di langit merah…
Bahagia di Sisa Usia: Puisi Umi Hanin
Di langit pagi yang cerah
Kabut tipis mulai merambah
Pucuk-pucuk dedaunan yang lambai…
Bahasa Punya Cerita: Puisi Wahyu Mualli Bone
Dia mengungkapkan pada tanggal yang tertera di sini bahwa dia tidak pernah tau apa yang…
Jelajah Jajah: Puisi Wahyu Mualli Bone
Indonesia tidak pernah dijajah. Jika pernah dijajah, tak sebanding umur dengan tali ukur.…
Karta Karti: Puisi Wahyu Mualli Bone
Pancang pancang telah dicabut beralih dengan pancang pancang baru yang lebih panjang…
Senandika Tengah Malam: Puisi Daris Kandadestra
Kau bilang mudah mengalahkan hati?
Huh!
Sesederhana itu membuatku jatuh cinta padamu…
Cendawan Telinga Kera: Puisi Wahyu Mualli Bone
Peka, dapat saja kabar ada kayu lapuk, di situ bertumpuk, dampingan cendawan kukur.…
Kota Kata: Puisi Wahyu Mualli Bone
Mari singgah di kota kata yang kini rapi dimakan hari.
Dahulunya desa yang sebelumnya…
Di Bengkalis: Puisi Aal Rahim Sekha
Tanjung Jati sebutan sehari hari
Selat yang berhubung ke laut Malaka
Terubuk ikan datang…
Pemilik Rindu: Puisi Prayogi Hadi Santoso
Ia perlahan muncul dengan lambat
Lamat-lamat terjerat
Saat hati telah tertambat
Barulah…
Pagi Hari Lebaran: Puisi Rina Arlianti
Suara beduk bertalu-talu
Kumandangkan takbir lebaran
Kupandang orang berbondong-bondong…
Lain: Puisi Wahyu Mualli Bone
Maka jadilah sesuai simpul
Berpial lain kaki
Berparuh lain saji
Bersisik lain guri…
Tentang Awang Mahmuda: Puisi Aal Rahim Sekha
Angin buritan menyusur ombak kecilArus berjalan menuju pantai berpasir coklatBergumul…