Kategori Pencarian
Perahu Kata
Abadinya Tinta Hitam dan Kertas Putih: Puisi Lalik Kongkar
Hari ini aku melampiaskan kemarahan dalam sunyi, kemarahan yang tiada arti sebenarnya…
Akar Akit: Puisi Wahyu Mualli Bone
Mikak nak kamanak tu
Nak ka kiun caik daun.
Atas akar bakau senarai sanggam daun…
Interupsi: Puisi Mas Sitti Sya
Pada detik pertama mimpi terpahat
Segala harap berlipat-lipat
Dalam ingin yang sangat…
Di Bawah Bulan Sabit: Puisi Muhammad Ridwan Tri Wibowo
Bulan sabit di atas menara;
Langit biru ke abu-abu
Dan rada ke biru.
Sepasang manusia…
Putaran Waktu, Kenangan Saat Itu: Puisi Aal Rahim Sekha
Menit dan detik ada dalam waktu
Berputar juga ia di jarum jam
Langkah yang gontai ini…
Tumbuk Biji Kopi: Puisi Ana Lailatul Fauziah
Biji kopi pilihan memanggil
Mengajak lumpang bermain dengan alu
Menumbuk berbuah irama…
Pinjam Dulu Seratus: Puisi Roy Dabut
pada pagi yang perawan
celoteh kata-kata riuh
tentang harga diri
tentang secuil empati…
Tempo Lalu, Sekarang: Puisi Abdurrahman ZN
Ujung jalan
Hilang dengan suara kematian
Ujung gedung
Ambruk di pengungsian
Harus…
Subuh Biru: Puisi Aal Rahim Sekha
Hening
Setelah azan
Kumandangnya syahdu haru
Air wudhu yang masih melekat
Tetesnya…
Perpisahan Arunika Dan Swastamita: Puisi Kang Thohir
Arunika berkata kepada Swastamita, "esok kita akan ada rindu saat kita melambai perpisahan…
Rempang Meradang: Puisi Mas Sitti Sya
Ada hati terpanggang
Ada jiwa-jiwa temberang
Ingin menentang, tapi terhalang
Rempang…
Fase: Puisi Dewis Pramanas
dari bilangan usia menyusut
deretan peluh berjajar
lengkingan tangis terdengar parau…
Singgasana Khanzab: Puisi Wahyu Mualli Bone
Zaman tandun sudah berkiprah
Hulunya menggoda
Hilirnya mengajak
Keputusan demi…
Secangkir Waktu: Iin Indrawati
batas kita
adalah detak detik nadi
tunduk
malam di bawah bintang
siang di bawah…
Coet Nja’ Dhien: Puisi Galuh Duti
tak ada medan perang yang menentramkan
telah lepas nyawa Teuku Ibrahim Lamnga
terpuruk…