Kategori Pencarian
Perahu Kata
Dari Buyut Ke Buyut: Puisi Ibune Daniel
Kebudayaan zaman dahulu
Pembuatan bejana
Perpaduan timah
Dan tembaga
Dari buyut ke…
The Old Cottage: Poem by Sariana
At First !
At the old cottage.
It's so noise.
Full of laugh and kidding
Now... !
At…
Innalillah: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Aduhai, Innalillah
Bersungguh tepati
Asap dari api
Ke terang jadi bara
Aduhai,…
Februari Temani Aku: Puisi Bunda Swanti
Februari temani aku karena pada setiap
harinya bertengger alismatamu yang indah…
Iqtibas Sagu dan Ruyung: Puisi Wahyu Mualli Bone
Kalau tidak dipecahkan ruyung manakan dapat sagunya.
Mengolah sagu jadi aneka santapan…
Yang Satu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Salam sua swa
Sudah mencapai pengetahuan yang satu jangan terpaksa menduakan bahkan…
Segelas Kopi Di Kereta Api: Puisi Massittisya
Segelas kopi di kereta api,
Menerima ada di masa yang tak biasa
Mengalah pada angin yang…
Lorong Waktu: Puisi Bunda Swanti
Lorong waktu mengajarkan
Nikmatnya menelan perih
Mengais ribuan pinta
Selalu ada di…
Senandungku: Puisi Yurattia Yudian
Bilaku berdiam di detak waktu, hanya engkau yang tahu apa di dalam pikirku
Bilaku…
Kusimpan Rapi: Puisi Sariana
Saat ini,
Matahari berbaik hati,
Menebarkan senyum hangatnya yang ramah.
Selimut cinta…
Pilihan: Puisi Ade Puspita Ningsih
Laku mengalun membelah undakan
Setiap gerik melirik kepundan
Pembayun bertindak melakar…
Tinggal Sekelumit: Puisi Sariana
Lekuk-lekuk senyum,
Terukir di pipi kempot.
Mata pun menatap.
Tertuju pada yang satu di…
Cemeti di Ambang Waktu: Puisi Ewi Helwiya
Detik demi detik berlalu menjemput akhir
Langkah semakin gontai
Tonggak finish rapuh…
Bila Lampu Tiada Berarti: Puisi Sariana
Sebuah lampu,
Tak ada artinya,
Bila dinyalakan di bumi yang penuh cahaya.
Tapi,…
Abadilah Cintaku: Puisi Sariana
Pagi ini,
Hati jadi sejuk.
Februari telah tiba dengan senyuman.
Angin,
Belum hendak…