Kategori Pencarian
Perahu Kata
Pilihan: Puisi Ade Puspita Ningsih
Laku mengalun membelah undakan
Setiap gerik melirik kepundan
Pembayun bertindak melakar…
Tinggal Sekelumit: Puisi Sariana
Lekuk-lekuk senyum,
Terukir di pipi kempot.
Mata pun menatap.
Tertuju pada yang satu di…
Cemeti di Ambang Waktu: Puisi Ewi Helwiya
Detik demi detik berlalu menjemput akhir
Langkah semakin gontai
Tonggak finish rapuh…
Bila Lampu Tiada Berarti: Puisi Sariana
Sebuah lampu,
Tak ada artinya,
Bila dinyalakan di bumi yang penuh cahaya.
Tapi,…
Abadilah Cintaku: Puisi Sariana
Pagi ini,
Hati jadi sejuk.
Februari telah tiba dengan senyuman.
Angin,
Belum hendak…
Januari Tinggal Sekelumit: Puisi Sariana
Cahaya panas,
Sudah mulai mengintip di sela-sela daun.
Namun,
Kehangatannya tak mampu…
Tragedi Buah Mangga dan Kelelawar: Puisi Anis Deniartono
Di teras depan rumah,
Duduk santai menyemburkan asap cerutu
Ditemani secangkir kopi…
Merindumu: Bunda Swanti
Kau adalah mimpiku
Kurangkai dalam sunyi
Tak terbilang rajut terjalin
Berupa satu kata…
Bandar Bendera: Puisi Wahyu Mualli Bone
Berkibar di pinggir dan tengah pembatas lajur. Sebuah pampangan bicara lambang,…
Dialog Batu Sungai: Puisi Daris Kandadestra
Pada deretan bangunan megah
Batu-batu yang dulu hidup hangat di dasar sungai
Kini kurus…
Kisahmu Kemarin Malam: Daris Kandadestra
Kau bilang kemarin hujan di kotamu. sesaat rindu berdamai dengan ragu yang tiba-tiba hadir…
Demam Zaman Kemarin: Puisi Wahyu Mualli Bone
Meriah ke palung dada. Yang hobi melilitkan libat ke habitat lalu menjaga ketat.
Tak…
Pulang: Puisi Ade Puspita Ningsih
Di pangkuan ilalang yang teduh
Muram tawa terseduh
Canda dan luka terbasuh
Tempat…
Kau dan Teman Perempuanmu: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Dengan pesan ajakanmu
Bermain ria ke taman bunga di sini
Sedang molek cahaya matahari…
Merindu Renung: Puisi Ade Puspita Ningsih
Selasar membentang sepanjang pandang
Meniarapkan liar kelu enggan berlayang
Aku berdiri…