Kategori Pencarian
Puisi
Duduk Termenung Membuat Gunung: Puisi Wulandari The
Tebakan kata kala aku masih orok
Jauh mata terlempar kepucuk desa
Di depan hunian gedhek…
Suatu Hari Kelak: Puisi Dian Riasari
Di antara ribuan tangan manusia
tulang-tulang tangan kita kian lapuk
sedari muda…
Hati Yang Mati: Puisi Bunda Swanti
Di utara telah porak-poranda
Selatan pun jadi sasaran berikutnya
Hendak diratakan…
Untuk Petang Yang Memerah: Puisi Aal Rahim Sekha
Petang yang biasanya kuning keemasan
Hari ini memerah saga yang luka
Menatapnya tak ada…
Kehujanan: Puisi Rina Arlianti
Langit mengaum, meluapkan air mata kerinduannya pada bumi
Bianglala tampak malu-malu…
In Memoriam: Puisi Novita Arief Hidayati
Pada akhirnya
Mati juga kita satu persatu
Di kaki tebing dan rimba sunyi
Setelah tak…
Lelap dalam Lelah Seorang Tunawisma: Puisi Heza Hara
hujan mengguyur tubuh kota
jalanan basah
berwarna warni terbias lampu jalan
pucuk malam…
Emas Intan Petani: Puisi Setiabasa
Melimpah ruah rempah negeriku
Digandrungi,diburu sejak dahulu
Pernah harganya melebihi…
Mencari Jejak: Puisi Ibune Daniel
Mimpi buruk telah menghantui
Terperosok dalam lumpur
Tak ada cahaya
Tak bisa di tempuh…
Cuci: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sekarang waktunya mencuci. Ke belakang sana, di depan khusus buat tamu dan lobi-lobi manis…
Parijs van Java: Puisi Setiabasa
Parijs van Java namamu dulu
Indah, bersih, berbunga
Pepohonan rindang menaungi…
Debat Kafein dan Nikotin: Puisi Novita Arief Hidayati
Secangkir kopi dan sebatang rokok
Menjadi nyeri menohok
Teguk pahit dan hisap kepul luka…
Ada Kodok Ada Hujan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Paduan suara lagi. Tak mungkin di Padang tandus, kalaupun ada beda suaranya. Bunyi-bunyian…
Bukan Siapa-Siapa: Puisi Asniar Duha
Di kelas ini, guruku berdiri,
tersungging senyum manis
membuat aku betah
menanti…
Kelimut Jagat: Puisi Liana Ginting
Terpejam sekejap
Gulita memenuhi nalar
Belum lagi malam
Netra ajak bersenai
Lalu…