Kehujanan: Puisi Rina Arlianti

161

Langit mengaum, meluapkan air mata kerinduannya pada bumi
Bianglala tampak malu-malu berkaca pada air terjun
Hewan-hewan menyuarakan kesunyian
Sesunyi isi kepala sepasang remaja, pemburu tualang
Hingga mereka temukan kolam kebahagiaan

Bergurau, bergembira tak pedulikan lingkungan
Awan hitam berjajar menyembunyikan mentari
Petir menggelegar, air hujan ditumpahkan dari langit
Berlarian kedua remaja tak temukan lindungan
Suasana kelam, sekelam hati orang tua menanti
Hingga tiba di rumah, basah kuyup, gigil kedinginan

Tangerang 27.11.23

Rina Arlianti. Lahir di Bandung pada 16 Januari. Ia belajar menulis sejak pertengahan 2020 ketika Covid-19 melanda dunia. Tulisannya terbit dalam berbagai media online seperti KKR Bali dan Tirastimes. Berbagai cerpen, tulisan non fiksi, dan puisinya terbit dalam berbagai antologi. Sekarang belajar berpuisi di Asqa Imagination School (AIS) dan Ruang Kata. Juga tergabung di komunitas literasi COMPETER Indonesia.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan