Kategori Pencarian
Puisi
Emas Intan Petani: Puisi Setiabasa
Melimpah ruah rempah negeriku
Digandrungi,diburu sejak dahulu
Pernah harganya melebihi…
Mencari Jejak: Puisi Ibune Daniel
Mimpi buruk telah menghantui
Terperosok dalam lumpur
Tak ada cahaya
Tak bisa di tempuh…
Cuci: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sekarang waktunya mencuci. Ke belakang sana, di depan khusus buat tamu dan lobi-lobi manis…
Parijs van Java: Puisi Setiabasa
Parijs van Java namamu dulu
Indah, bersih, berbunga
Pepohonan rindang menaungi…
Debat Kafein dan Nikotin: Puisi Novita Arief Hidayati
Secangkir kopi dan sebatang rokok
Menjadi nyeri menohok
Teguk pahit dan hisap kepul luka…
Ada Kodok Ada Hujan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Paduan suara lagi. Tak mungkin di Padang tandus, kalaupun ada beda suaranya. Bunyi-bunyian…
Bukan Siapa-Siapa: Puisi Asniar Duha
Di kelas ini, guruku berdiri,
tersungging senyum manis
membuat aku betah
menanti…
Kelimut Jagat: Puisi Liana Ginting
Terpejam sekejap
Gulita memenuhi nalar
Belum lagi malam
Netra ajak bersenai
Lalu…
Topeng-Topeng Karnaval: Puisi Heza Hara
hidup adalah karnaval
bermain sesuai peran
merah, kuning, hijau, jingga
ada penari…
Terkungkung Ilusi: Puisi Yulia Nurwahid
Kau telah lama pergi
Tinggalkan sejuta lara di hati
Diam-diam kutitip rindu pada angin…
Tamparan Maut: Puisi Wahyu Mualli Bone
Yang belum pernah kena tampar mari mendekat.
Tidak perlu dibayangkan, sudah jadi…
Dagu Malam: Puisi Tri Wulaning Purnami
Angkringan ketiga dalam dua hari di Malioboro
Cerita kita dilumat habis 3 bungkus nasi…
Jeritan Hati Anak Rantau: Puisi Ellya Veranita
Di kota kelahiran
Jejak rindu terukir
Dipenuhi kenangan
Hatiku mulai berdesir…
Kopi dan Cerita Guru: Puisi Heza Hara
kopi ini masih hitam
meski jingga di luar sana
telah tiga jam meninggalkan kita
kita…
Tabur Bunga di Teluk Krueng, Laksamana Keumalahayati: Puisi Briantono Raharjo
Kelancangan tangan para penindas
Melecut nyali para janda dan perawan
Berangkat…