Banjir | Cemin : Adwalyan Sadar

179

BANJIR

Dari jendela turun hujan membasahi lantai-lantai nan menyeruak ke kamar. Kasur tipis semakin menipis semenjak kau basahi. Kamar yang kumiliki semakin kelihatan tak tertata, cahaya listrikpun tak sanggup menerangi. Memang konslet listrikku.

Gelap terasa tak dapat menatap sudut kamarku.Terperosok kaki ini, tercebur di kasur yg dikeroyok air. Engkau tak kenal, memang dasar tak mau memperkenalkan diri dikala mau datang. Alhasil kurela menerima cobaan hidup dalam kebahasahan darimu.

Tulisan Terkait

Batam, 2/1/23

Adwalyan Sadar, Guru SMA 3 Batam.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan