Cerpen Jessica Anatasya Siagian

I.B.U


I.B.U tiga huruf namun berjuta makna,pengorbanan dan kasih sayangnya tiada henti,        bagiku ia adalah sosok penerang, aku yang terlahir dari rahimnya dan aku pula yang selalu menyusahkannya aku rewel dialah yang selalu ada di hadapanku, semasa ku kecil ia yang selalu mengasuhku begitu hangat dan lembut tangan nya hingga nyamanku bersamanya.

 ketika ku sudah beranjak dewasa ia selalu mengkhawatirkanku sebab aku ingin pergi ke    suatu tempat bersama teman sehingga saat itu ibu bertanya kepadaku.

“Kak,” tutur ibu.

 “Iya ma.”

“Kamu hendak pergi kemana,” katanya.

“Kakak mau pergi bersama teman ma bolehkan,” ucapku.

 “Hmmm kalau mau pergi jangan terlalu lama yaa mama Cuma beri waktu dua jam saja,” ujar mama. Yang terlintas dipikiranku pertama kali saat itu adalah mengapa mama selalu membatasi waktuku saat aku ingin bepergian bersama teman.hingga saat itu saat teman teman mengajakku untuk pergi aku sangat malas karena mama yang selalu membatasi waktuku, padahal aku bisa menjaga diri dengan baik, aku sangat kesal dengan ibu ku sendiri.

Hingga sewaktu-waktu ibu bertanya kepadaku.

“Kak, ada apa??”

“Ma, kenapa sih setiap aku mau pergi dengan teman-temanku mama selalu batasi waktuku, aku itu kan udah ngga kayak anak kecil lagi ma yang selalu mama gendong, mama suap, mama mandiin.”

Hingga saat itu terjadilah konflik dan aku melihat mama sangat sedih sebab aku berbicara dan aku sempat berfikir mungkin kata kata yang aku sampaikan selalu membekas pada-nya, dan sampai sekarang aku belum tau apa alasan mama sampai membatasi waktuku saat ingin pergi dengan teman teman ku hingga aku dan mama berdiam diamana sampai berhari-hari dan itu adalah pengalama terberat ku dengan mama, aku sebelumnya tidak pernah berdiam dengan mama setiap hari aku selalu ceria dengannya

Dan saat itu aku berfikir, atau jangan jangan mama sudah tidak sayang denganku dan        tidak memperdulikanku hingga saat itu pun aku memberanikan diri untuk bertanya kepada mama, kebetulan saat itu mama sedang tidak sibuk dan aku menghampirinya dari belakang dan perlahan memeluknya serta meminta maaf.

“Ma, Kakak minta maaf ya karena Kakak udah berbicara yang membuat hati mama itu sakit.” Aku mengatakan itu saat kondisi mata ku berkaca kaca hingga tak bisa menolaknya.

“Mama sangat sedih ketika kamu katakan hal itu kepada Mama. Mama tidak habis pikir kalau kamu mengatakan hal itu kepada mama hingga membuat hati Mama benar benar sakit, kamu belum tau kan mengapa Mama selalu membatasi waktu kamu saat kamu hendak pergi bersama teman teman kamu.”

“Kenapa Ma??”

“Saat kamu sudah pergi dengan teman teman kamu rasanya Mama ingin sekali mencari kamu. Mengikuti kamu karena mama sangat mengkhawatirkan kamu. Mama takut kamu kenapa kenapa karena kamu adalah puteri Mama yang sangat Mama sayangi dan hal terberat mama adalah ketika kamu berhubungan dengan lawan jenis dan umur kamu belum mencukupi. bagi Mama. Mama sudah gagal menjadi orang tua yang baik untuk kamu,” ucap mama

Saat itu aku terkejut dan menahan tangis dengan jawaban mama hingga saat itu ketika       tema teman mengajakku untuk pergi bermain aku selalu menjawab tidak supaya aku tetap menjaga kekhawatirannya dan teman teman ku saat itu bertanya kepadaku, “Kenapa kamu tidak ingin ikut pergi lagi dengan kita?”

“Aku tidak bisa teman teman bukannya aku tidak mau aku harus bantu mamaku,” ujarku. Aku tidak ingin memberitahu kepada teman teman rasa kekhawatiran mama selama aku pergi dengan mereka, kekhawatiran mama cukup hanya aku dan mama saja yang tau

Aku sangat bangga dan beruntung memiliki seorang ibu yang sangat memperhatikanku,     ternyata selama ini aku salah menilai dirinya yang selama ini aku lihat ketika mama membatasi waktuku aku selalu berfikir dia tidak sayang kepadaku tetapi yag selama ini mama berikan dan sampaikan kepadaku itu adalah yang terbaik untukku aku memang selalu seperti anak kecil di mata mamaku karena ia ingin aku selalu menurut dengannya karena apa yang dikatakannya selalu terbaik untukku hingga detik ini. Love you momm.

Duri,16 November 2021


Jessica Anatasya Siagian Lahir di Bagan Batu, 09 Maret 2008. Siswa kelas 8 SMP Cendana Mandau. Hobi menyanyi, berenang, juara 3 lomba puisi acara 17 Agustus.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan