CINTA SEJATI : Puisi Bunda Swanti

27

CINTA SEJATI

(Bunda Swanti)

 

Sepasang rindu menua pada kelopak senja
Memanen buah yang pernah disemai
Dari yang berwarna hijau hingga jingga
Semua nyaris tertuai

Seiring berjalannya waktu
Sayap sebelah patah
Hingga tiang penyanggah ikut rapuh
Seolah dunia terbalik, hancur

Tulisan Terkait

Remuk redam menekuni takdir
Melihat kekasih tidak lagi mampu mandiri
Seluruh aktivitas harus dibantu
Awalnya merasa agak risih

Bertahun-tahun menanti kesembuhan
Belum juga ada tanda hilalnya
Bukan semakin patah
Malah sebaliknya, semakin cinta

Tak peduli apa kata mereka
Yang pasti dia tulang rusukku
Bagian dari diriku
Maka sewajarnya aku perlakukan ia seperti aku perlakukan diriku, sejatinya cinta

 

Rokan Hilir, 15 Mei 2025

# Terinspirasi dari cerita kehidupan

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan