(Bunda Swanti)
Sepasang rindu menua pada kelopak senja
Memanen buah yang pernah disemai
Dari yang berwarna hijau hingga jingga
Semua nyaris tertuai
Seiring berjalannya waktu
Sayap sebelah patah
Hingga tiang penyanggah ikut rapuh
Seolah dunia terbalik, hancur
Remuk redam menekuni takdir
Melihat kekasih tidak lagi mampu mandiri
Seluruh aktivitas harus dibantu
Awalnya merasa agak risih
Bertahun-tahun menanti kesembuhan
Belum juga ada tanda hilalnya
Bukan semakin patah
Malah sebaliknya, semakin cinta
Tak peduli apa kata mereka
Yang pasti dia tulang rusukku
Bagian dari diriku
Maka sewajarnya aku perlakukan ia seperti aku perlakukan diriku, sejatinya cinta
Rokan Hilir, 15 Mei 2025
# Terinspirasi dari cerita kehidupan