Damai Rimba Raya: Puisi Rosemawardah

75

Meluncur selancar rimba raya
Peluk teduh flora bermandi surya
Canda fauna riang pecah sunyi

Netraku menghampiri,
Si Tupai pemburu penuh taktik metafora
Kijang pejuang rajut asa penuh diksi
Siamang untai sayang si jabang
Murai bersenandung burai aksara
Singa gagah jaga alenia

Kutemukan,
Kenari berpuisi indah
Intonasi sajak utuh
Daun dahan ranting anggun menawan
Liana mengait aksara tegak bermakna
Gutasi iringi gemericik bening sungai

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Qinoy

Wahai pemilik mayapada,
Kuingin damai rimba raya
Bebas berkicau tanpa gangguan senapan angin
Rapal diksi disetiap helai daun hingga gumpalan awan
Pinta kabut sejukkan sajak
Tulis peradaban rimba abadi
Luas lugas bernas
Tulus halus patuh

Sragen, 21 Mei 2025

Rosemawardah, nama pena dari Wardah Umi Barokah. Ibu dari tiga putri, lahir di Sragen, 18 Mei 1971. Adalah guru Biologi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Sragen. 1996, lulus dari Fakultas MIPA Jurusan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seorang pembelajar, termasuk puisi. Karya puisi dalam Antologi “Habis Gelap Terbitlah Sajak” dan “Nyanyian Rempah di Geladak Kapal Asing”. Belajar puisi di kelas Asqa Imagination School (AIS) 55 dan 57. Beberapa puisi di madia online dan IG, seperti Tirastimes, Ranah Riau, Salmah Publishing, IG asqaimaginationsshool, kkrbali. FB: Wardah Umibarokah. IG: @wardahumi00

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan