Demam Zaman Kemarin: Puisi Wahyu Mualli Bone

128

Meriah ke palung dada. Yang hobi melilitkan libat ke habitat lalu menjaga ketat.

Tak peduli berapa harga, yang penting dapat terkumpul pagaran gembok. Wilayah ekonomis empuk tilam lambungan harganya. Turunnyapun gembur tanah jadi batu, alamat layu emas pun.

Hobi, menjunjung habitat.
Menjadi hobi, mengerling keringat.
Mengoleksi, menjaga erat.
Menggulung untung, rugi pantangan keramat.

Demam zaman kemarin melambungkan lumbung ingat di keringat padat.

Bengkalis, 23 Januari 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan