EDISI 2 : PUCUK KATA (Lembaran Sastra Remaja)




Penulis   :  Alifah Salsabila


Biodata : 
Alifah Salsabila, Saat ini  tercatat  sebagai siswa  SMP IT Al Fityah Kota Pekanbaru. 
Kesukaan pada sastra membuat Alifah suka membaca dan menulis puisi dan juga menulis cerpen. Pernah Juara 1 Membaca Puisi Tingkat SMP dan juga ikut berpartisipasi dalam kwgiatan sastra di beberapa komunitas. 




Kini Tinggal Sesal    
                   
gemericik suara hujan terdengar pilu
sembari angin berhembus menerpa kalbu
digelap malam sunyi
asa bergelayut dalam pikiran
jari manisnya menarinari
lisannya mengalunkan zikir tak kenal lelah


dialog itu terucap dari bibir bibir yang tak lagi getir
aku menulis kebodohan  di masa lalu
yang kini tinggal sesal 


air mata  ini menetes  lagi
aku malu
aku hina
adalah harapan untukku? 

Pekanbaru, September 2020






Menjemput Hari Baru


tengah malam aku menatap rembulan
cahaya merimbun diwajahMu
menengadah tangan di bawah bayang bayang pedar
aku merintih dalam doa doa  sembari sujud 


mengantarkan insan 
melepaskan segala gundah 
yang berkecamuk dalam  kalbuku
menguyur kesedihan  di gulita malam
meluruhkan dosa pada sang Khaliq


aku datang menjemput hari baru


Pekanbaru, Agustus 2020









Penulis : Anindita Sekar Pradipta




Biodata : 
Anindita Sekar Pradipta, pelajar SMA Cendana Pekanbaru. Hobimembaca dan menulis




Manggopoh


Mana ia terima
pada yang berlaku hina dan semena?
Penuh amarah ia bertolak
Demi hak, ia berontak
 
Malam itu, binar dikikis
demi runtuh, demi langis
selincah rubah, serendah tanah
untuk hancur yang jadi arah
 
Ia kembali dengan jaya
Walau timah menyapa raga
Sembari terbersit rasa cua
Mengapa tak seluruhnya?
 
Ia pulang
untuk Dalima yang ingin ditimang
dan Yaman, anaknya yang bujang
 
Ia pulang
Sebelum kembali menghilang
Bayinya didekap tanpa ruang
Menyusur rimba, dilindung cinta
 
Ia hengkang, tanahnya diterjang
Atas nama utuh, ia patuh
Dicekal, lalu batal
Tapi apa arti udara
jika separuhnya entah di mana?
 
Di ujung ia sendiri
Atasnya lupa, untung tahu diri
Banyak telinga masih gagap
padahal harumnya patut ditangkap
 
Tipis yang biasa disabda
Hanya doa, puji dan puja
agar surga ada padanya
 
Manggopoh punya memori.
Tentang Belasting;
tentang Mandeh Siti yang nyaring membanting.


2019









Penulis : Karya Keisya Nareen




Biodata :
Keisya Noreen Labiba Firdi, kelahiran Duri, 8 Mei 2003.  SMA Cendana Pekanbaru,  Gemar membaca, menulis, menggambar, dan mendesain. Cita-cita menjadi desainer dan penulis.




Patah Arang


Mengartikan persatuan bukanlah hal yang kompleks
Namun belakangan ini dirasa sulit
Karena gemparan isu sana-sini kian menjungkit
 
Dulu persatuan merupakan nadi negara
Pemberi nafas bagi para pemuda pemudi
Berjuang dengan tujuan yang sama,
Yaitu kedaulatan Indonesia
 
Kita,
Saat ini,
Malah sibuk saling unjuk muka demi
pertunjukkan yang begitu memuakkan
 
Kita,
Saat ini,
malah sibuk bersaingan,
sibuk saling beradu
bukan saling berpadu mewujudkan negeri yang lebih maju
 
Kita,
Saat ini,
Malah sibuk tertipu oleh biang keladi haus ketamakan
 
Jadi,
Mari kita saling bertanya,
Apa kabar Indonesia saat ini?


2019

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan