Telungkup dahi menapak tanah nan gersang
Ku lihat tengkuk-tengkuk bungkuk yang menganga
Semua berjalan di atas gejolak membutakan indra
Setetes embun lari menyusuri tampang tak bernyawa
Apalah jejak seorang penjajah pembawa kepunahan
Lima tahun sejak ibu bungkuk menangis rintis aku teriris
Muak menyapa dagu yang membelah malam gumam
Sensor menyuduti jati menghempas belati
Aku hanyut dalam ribuan jeram darah
Mengkerut muka lumpur menjajaki terik mentari
Sandiwara menyayat payat mayat
Paras marwah membela sejarah sekalipun berdarah
Retakan itu aku yang melawan keji di balik belukar
Intaian merah pendebuk buluh kalbu
Itu buta
Muka hampa
Lubuk gurun
Langkah payah
Lambaian dendam.
M.Iqbal Al-Raziq, penulis lahir di Dumai, 28 Desember 1996. Bermastautin di Bengkalis.