Hujan Pelipur Lara: Puisi Amaya Quendrelina

25

Aku merenung di bawah awan
Dengan suasana hati yang gundah
Melihatku, awan menangis tiba-tiba
Membasahi jiwa yang lelah dan hati yang patah

Suara tangisan awan seperti melodi yang berputar
Sangat merdu bila memijak tanah
Cucuran air mataku tersamarkan karenanya

Tulisan Terkait

Sedekah Ponan: Puisi Uleceny

Wahai hujan, aku ingin berkata
Kau adalah penyemangatku
Tanpamu aku tak bisa melepaskan rasa sesak itu
Terima kasih, oh hujan

Sumenep, 9 Desember 2024

Amaya Quendrelina F.P adalah nama pena dari seorang gadis bernama Dewi Sulastri, remaja yang lahir di Kab. Sumenep-Madura (Jawa Timur), pada tanggal 11-08-2008. Pendidikan terakhirnya di SMP 3 Sumenep, kini ia menduduki kelas 2 SMA. Di kelas 10, ia pernah mendapatkan juara 2 lomba esay tingkat SMA se-Madura. Tak hanya itu, ia pernah mendapatkan juara 3 lomba CERDAS cerdas cermat yang diadakan TPQ Miftahul Jannah.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan