Senja menumpahkan jingga ke kelopak mataku
Angin sore pun turut menyapu kulit dengan syahdu
Dan daun-daun melirih menyiratkan rindu
Lantas, akankah netraku denganmu kembali bertemu?
Aroma tanah basah kembali menyapa
Saat hujan turun lewat ruang-ruang kecil di sudut kota
Sembari menikmati pahit khas kopi,
Menyeret nestapa untuk kembali menggerogoti sanubari
Dulu, bukankah kita berada di sini?
Menatap penuh cinta, meski kadang ego turut mendera
Ah, bagaimana aku bisa melupa,
Sedang aroma parfummu masih melekat di antara serpihan kenangan
Yang belum menemukan jalan pulang?
Lampung, 20 Desember 2025