

KAMPAR-TIRASTIMES: Kawasan Hutan Eko-Wisata Tujuh Danau, Buluh Cina, Kampar, Riau mengalami peristiwa langka. Sebuah kejutan terjadi Sabtu (6/7) Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri bersedia didaulat baca puisi di atas gajah oleh sekitar 150 penyair Asean yang mengikuti perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI, 2017) di kawasan itu. HPI yang diikuti para penmyair Asean ditaja Komunitas Rumah Sunting pimpinan Kunni Masrohanti.
Sutardji sempat membacakan dua puisi yakni Perjalanan Kubur dan Apa Kau Tahu yang dicuplik dari buku puisinya O, Amuk, Kapak. Sutardji tampak penuh percaya diri membacakan kedua puisi yang didengar para penyair dan pengunjung hutan ekowisata itu dengan khidmat. Bahkan para pengunjung srmpat beberapa kali bertepuk tangan saat Sutardji membacakan bagian puisi tertentu.
Pada kesempatan yang sama, penyair asal Medan Damiro Mahmuf juga membacakan puisi dengan berdiri di samping gajah.
”Saya pernah menaiki gajah di Afrika puluhan tahun silam. Namun, waktu itu saya tak sempat membacakan puisi. Di kawasan Buluh Cina ini, saya dapat membacakan puisi di atas gajah. Ini pengalaman yang berharga bagi saya,” ucap Sutardji usai melakukan aksi uniknya itu,
Kunni Masrihanti menjelaskan kegiatan di Desa Wisata Buluh Cina itu merupakan rangkaian hari terakhir HPI setelah tiga hari berlangsung. Di hari pertama para peserta mengikuti pembukaan acara di Gedung Mahratu, Siak Sriindrapura. Acara acara pembukaan itu secara resmi dibuka oleh Bupati Siak, H. Syamsuar dan pembacaan puisi oleh Presiden Penyair, Sutardji serta perwakilan dari negara Malaysia (penyair Norazizah), Singapura (Rohani Din), Vietnam (Nik Mansour) dan sejumlah penyair Indonesia di antaranya Ratna Ayu Budiarti (Garut), Iyut Fitra (Sumbar) dan lain-lain,
Di hari kedua, acara diisi dengan Dialog dan Diskusi bertemakan Jalan Puisi Mencipta Sejarah. Empat pembicara lintas generasi tampil dalam forum itu masing Sutardji Calzoum Bachri, Fakhrunnas MA Jabbar, Muhammad De Putra dan Muhammad Subhan.
Axara diskusi ini diikuti oleh puluhan siswa dan mahasiswa, komunitas sastra dan para peserta HPI dari sejumlah negara Asean. Para pembicara mberbagi pengalaman dalam kreativitas kepenyairannya.
Acara di Buluh Cina diawali dengan penyambutan rombongan oleh pihak kehutanan yang ditandai dengan pengalungan bunga oleh sepasang gajah Robin dan Ngatini terhadap Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri. Pada malam harinya diisi dengan pembacaan puisi oleh sejumlah penyair di tepian sungai Kampar dengan panggung khas di atas sampan yang didekor secara artistik.
Secara bergantian pada malam itu, para penyair menampilkan atraksi pembacaan puisi dengan gaya dan tingkah masing-masing. Di antara penyair yang tampil adalah Griven H. Putra, Stafruddiun Saleh Sai Gergaji, Edrida Pulungan, Cori Islami, Syarifuddin Arifin, Herman Rante, Ariyani Isnamurti, dan masih banyak lagi. (NS)