

PEKANBARU-TIRASTIMES. Forum Lingkar Pena (FLP) secara resmi menetapkan perempuan Riau Sugiarti yang memiliki nama pena Nafi’ah al-Ma’rab sebagai Ketua Forum Lingkar Pena periode 2025-2029 pada ajang Musyawarah Nasional VI, 17 hingga 19 Oktober 2025 di Surabaya.
Nafi’ah dipilih secara aklamasi setelah empat empat orang calon lainnya menyatakan mundur dan tidak bersedia maju sebagai ketua umum. Adapun nama-nama tersebut yakni Anugerah Robi Syahputra, S. Gegge Mappangewa, Fitrawan Umar, dan Wiwiek Sulistiowati.
Seperti diketahui, Nafi’ah merupakan perempuan asal Riau yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Divisi Kaderisasi BPP FLP pada periode 2021-2025 di bawah Ketua Umum S. Gegge Mappangewa. Ia dikenal sebagai penulis novel di Riau dan bergiat dalam pengembangan sastra anak.
Nafi’ah sejak tahun 2018 hingga 2023 tercatat sebagai pemenang lomba penulisan bahan bacaan literasi Balai Bahasa Provinsi Riau. Pada 2024 lalu terpilih sebagai penulis GLN Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, penulis kurasi SIBI Pusat Perbukuan Nasional, Penulis Residensi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan di 2025 masih terpilih sebagai penulis GLN jenjang C.
Nafi’ah al-Ma’rab tercatat sebagai Ketua Umum pertama asal Sumatra yang berhasil terpilih sebagai pimpinan organisasi yang berdiri sejak 22 Februari 1997 tersebut.
Delegasi FLP Riau yang hadir dalam ajang Munas VI FLP menyebutkan, pihaknya mengajukan nama Nafi’ah sebagai calon ketua umum dan mendapatkan dukungan cukup kuat dari perwakilan wilayah.

“Iya, kita ajukan nama Sugiarti atau Nafi’ah sebagai calon dari Riau. Nama ini disambut baik oleh utusan-utusan delegasi dari provinsi lainnya, Alhamdulillah,” ungkap Rio Rozalmi selaku perwakilan delegasi FLP Wilayah Riau pada Munas di Kota Pahlawan tersebut.
Usai terpilih menggantikan Ketua Umum sebelumnya S. Gegge Mappangewa, Nafi’ah menyebutkan akan memfokuskan kepengurusannya pada beberapa aspek yakni pengokohan kaderisasi, peningkatan kualitas karya dan penulis, perluasan jaringan dan bisnis, pengokohan literasi Palestina, dan adaptasi digital.
“FLP ini software lama yang harus terus ditingkatkan tools dan fiturnya. Kita akan bangun adaptasi yang lebih baik tanpa meninggalkan tujuan organisasi ini secara AD/ART,” ungkap Nafi’ah dalam pidato sambutan Ketua Umum terpilih. ***