

SIAK—TIRASTIMES: Organisasi Puan Melayu Bengkalis (PMB) Provinsi Riau turut menghadiri Simposium Budaya Melayu bertema “Siak sebagai Pusat Kebudayaan Melayu” yang digelar di Balai Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat Siak Sri Indrapura, Selasa (10/2/2026).
Rombongan ini dipimpin langsung oleh Ketua PMB Provinsi Riau, Hj. Tutin Apriyani, SE, didampingi Wakil Ketua Reni Hafzan, serta sejumlah pengurus lainnya, di antaranya Estalita Diana dan Mardhiya Kerry, dan lain-lain.

Simposium yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga siang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang diwakili Zulkifli ( Asisten pemerintahan dan kebudayaan) Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, serta para budayawan, akademisi, dan tokoh adat Melayu di antaranya, Sejarahwan, Prof. Dr. Anhar Gonggong, Dekan dari UGM, Prof.Dr. Setiadi, Prof.Dr. OK Saidin, Sejarahwan Prof.Dr. Muchlis Paeni, Guru Besar UMRAH Kepri, Prof.Dr. Abdul Malik, Prof.Dr. Syarif Hidayat, Dr. Handri Mulya dan Dr. Wan M Yunus.
Pihak panitia, Dr. Wan M Yunus menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meneguhkan kembali posisi Siak Sri Indrapura sebagai pusat kebudayaan Melayu, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis pelestarian adat, tradisi, bahasa, dan nilai-nilai luhur Melayu di tengah arus globalisasi.

Ketua PMB, Tutin Apriyani, SE menyampaikan kesan-kesannya, kehadiran Puan Melayu Bengkalis dalam simposium ini merupakan bentuk komitmen organisasi perempuan Melayu dalam menjaga dan merawat marwah kebudayaan Melayu.
“Perempuan Melayu memiliki peran penting sebagai penjaga nilai, adat, dan tradisi. Melalui forum ini, PMB berharap dapat berkontribusi aktif dalam upaya menjadikan Siak sebagai pusat kebudayaan Melayu yang berpengaruh di tingkat nasional,” ujar Tutin yang sering dipanggil Nenny Tukijan didamping wakilnya, Reni Hafzan.
Selama momentum simposium, Tutin mengungkapkan rombongan PMB sempat bersilaturahim dengan Bupati Siak Sriindrapura, Afni Zulkifli, Gubernur Riau pada masanya, Wan Abubakar dan Syamsuar masing-masing bersama istri. (fir/ns)