
senja perlahan memudar
malam bertandang
kugores tinta dalam kertas usang
mengukir cerita di kala petang
semua tentang sedih-senang
terkenang dalam kertas usang
hingga
kurakit kembali di deret
lembar-lembar ingatan yang
tersimpan rapat di sudut tumpukan usang
kucoba tenang saat badai
tapi, kala angin lenyap
raga ini berdiri tanpa tulang
Tuhan,
ingin resahku mengulang
tapi kisah itu hanya sebuah cermin
dalam bingkai terindah
‘tuk menorehkan cerita masa depan
yang mendunia
Lombok, 7 Agustus 2024
Lia adalah nama pena dari gadis yang bernama Yuliani, lahir di Meninting-Batulayar (Lombok Barat), 04 Juni 2002. Menamatkan pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Madrasah Ishlahul Muslimin Senteluk tahun 2020. Saat ini ia sedang bekerja di sebuah rumah makan. Selain suka menulis dan membaca, ia juga suka dengan hal-hal yang menantang. Motto hidupnya “Jangan pernah menyerah, kamu tidak akan pernah tahu kalau tidak mencobanya”.