Kuak: Puisi Aal Rahim Sekha

38

Getar dinding ranah puaka
Denting gemerincing ranting berpaling
Susur arah keterpaduan sejarah luka
Di antara bangunan tua saksi mata
Tokoh ulama yang bernama, bangun ummat akhirat dan dunia

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

BEREJEN : Puisi Bunda Swanti

Fitnah melebar harap kebencian
Luka lara pada masa lalu
Hendak dibenam ke lumpur lupa
Tokoh itu,hanya tersamar hendak alihkan
Ke kefanaan
Akar sejarah masih mengalir di darah
Ter kuak kah?
Yang bernama itu ghoib yang nyata
Di dalam dada bertahan juga.

Pekanbaru. RS. 2652025.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan