Menata Kampung, Menguatkan Komunitas: Pengabdian Dosen Arsitektur UMB di Kota Tangerang

5

TANGERANG — Arsitektur tidak hanya berbicara tentang bangunan, tetapi juga tentang bagaimana ruang dapat mendukung kehidupan dan aktivitas masyarakat. Semangat tersebut menjadi landasan dosen Program Studi Arsitektur Universitas Mercu Buana (UMB) dalam melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kota Tangerang.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini diarahkan untuk menghadirkan pengetahuan dan keahlian arsitektur dalam menjawab persoalan nyata di lingkungan permukiman. Beragam kegiatan dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas hunian hingga pengembangan ruang publik, ruang hijau, dan fasilitas komunitas.

Salah satu kegiatan berfokus pada perumusan parameter desain hunian sehat berbasis kualitas multisensorik pada tipologi hunian sewa tidak bertingkat di Tangerang. Pendekatan ini melihat kualitas hunian tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga dari pengalaman penghuni terhadap pencahayaan, penghawaan, suara, material, warna, dan kenyamanan ruang.

Sementara itu, di lingkungan Kelurahan Pondok Bahar, dosen Arsitektur UMB memberikan usulan desain pojok baca di lingkungan permukiman. Kehadiran pojok baca diharapkan dapat menjadi ruang sederhana yang mendukung kegiatan membaca sekaligus interaksi sosial, khususnya bagi anak-anak dan warga sekitar.

Potensi ruang yang selama ini kurang dimanfaatkan juga menjadi perhatian. Melalui program revitalisasi ruang residu sebagai ruang wisata berbasis komunitas, pendampingan dilakukan di RW 02 Kelurahan Pondok Bahar. Ruang-ruang sisa di lingkungan permukiman diarahkan untuk memiliki fungsi baru yang dapat mendukung aktivitas sosial dan potensi wisata berbasis masyarakat.

Berita Lainnya

Upaya menciptakan lingkungan yang produktif juga dilakukan melalui pengembangan urban farming berbasis masyarakat pada kawasan permukiman padat penduduk di Kota Tangerang. Program ini mendorong pemanfaatan ruang terbatas untuk kegiatan bercocok tanam sekaligus memperkuat interaksi dan keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan.

Pada skala kawasan, dosen juga melakukan pendampingan konsep perencanaan gerbang dan batas kawasan di RT 03/RW 02 Pondok Bahar. Penataan elemen tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai penanda sekaligus memperkuat identitas dan karakter lingkungan permukiman.

Kebutuhan anak terhadap ruang yang aman dan nyaman turut menjadi perhatian melalui kegiatan revitalisasi taman bermain anak pada lingkungan perumahan padat Kota Tangerang. Penataan taman diarahkan agar tidak hanya mendukung aktivitas bermain, tetapi juga menciptakan ruang interaksi antara anak, orang tua, dan masyarakat.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian arsitektur tidak selalu harus diwujudkan melalui pembangunan fisik berskala besar. Penataan ruang yang sederhana, berbasis kebutuhan masyarakat, dan dilakukan secara partisipatif dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari. Melalui rangkaian kegiatan ini, dosen program studi Arsitektur UMB berupaya menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses perencanaan dan pengembangan lingkungan. Menata kampung pada akhirnya bukan hanya tentang memperbaiki ruang, tetapi juga tentang menguatkan komunitas, membangun rasa memiliki, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan nyaman bagi warganya.

 

 

 

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan