Gerak Memuliakan: Puisi Aal Rahim Sekha

13

Dan, bumi pun tahu ia dihormati
Injakan telapak kaki penari itu juga tahu
Bumi adalah ibunya
Maka bumi pun memberi getar cinta
Gerak demi gerak berangkat dari adab,
Tumit menyapa tanah, jari menimbang langkah,
Zapin tak sekadar ayunan tubuh,
Ia doa yang dilafazkan lewat irama.
Kaki melangkah tak pernah meninggi,
Sebab sombong tak punya tempat di gelanggang,
Yang tinggi hanyalah niat,
Yang rendah adalah hati.
Tangan berlayar mengikuti bunyi gambus,
Mengikat waktu, menyulam ingatan,
Bahwa hidup mesti seimbang:
Antara cepat dan perlahan,
Antara dunia dan pulang.
Zapin mengajar tubuh untuk patuh,
Pada irama, pada sesama, pada semesta,
Bahwa setiap gerak ada batas,
Dan setiap batas adalah hormat.
Maka saat penari menutup langkahnya,
Bukan lelah yang tertinggal di lantai,
Melainkan pesan lama yang hidup kembali:
Manusia berjalan bukan untuk menguasai bumi,
Tapi untuk menjaganya—
Seperti ibu yang selalu dipeluk
Dengan langkah yang santun.

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Dienullah Rayes

Berita Lainnya

Lipat Kain, 8 Januari 2026

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan