

Dress Code, Nyawaku Cemas di Ujung Akhir Tahun
dress code, nyawaku cemas
di ujung akhir tahun ini-
seperti api penyiksaan
membakar otak depan
sungguh keterlaluan
penyair tanpa sayap burung rajawali
terbang di atas tanah perjanjian
singgah di gedung-gedung plaza tua
pusat perbelanjaan ibukota
gemerlap asesoris natal
tak ditemukan
gaun ibadah
ketika matahari sudah terbenam
masih diliputi kegelisahan
dress code,menjelma jadi ujian iman
sangat brutal
kering
keras
membaca kitab suci
membaca buku roh nubuat
tentang pandai besi dan ahli tembikar
terperangkap
dalam sarang burung liar
bernyanyi tanpa kidung matahari
dress code, akankah sajak ini diselesaikan
dengan amarah bebatuan
kepada sepasang pengantin
yang lahir membawa janin
untuk dikubur tanpa roh pertobatan
dress code, sesungguhnya hanya jubah kebenaran
yang harus digunakan
ketika masih bergulat dengan mata uang
bercumbu dengan dewa mamon
dalam lembaran mata uang
makin terpuruk
hari-hari buruk
dress code, menempuh perjalanan panas
membara ketakutan
membawa oma tua
sepanjang malam
nyaris tergelincir
amukan berakhir
di pintu gua kegelapan
sambil menunggu
tutup dan buka bahtera
bukan kematian kekal
Jakarta, Minggu 28 Desember 2025

Rumah Sengketa Luar Kota
rumah sengketa luar kota
masih berdiri
makin menua
nyaris mata kirinya
buta-
dihuni sepasang pengantin
tak punya spermatozoa
dulu rumah sengketa ini
dibangun dengan tiang-tiang
pondasi batu berhala
kini hanya terdengar
suara koor masa kanak-kanak
makin mengerikan
teriakan melengking
perempuan yang menularkan
penyakit persungutan
paling menyebalkan
gentengnya dari tanah iman
pagarnya air mata penderitaan
kamarnya dipenuhi ranjang kematian
seperti nyanyian putus asa
kapan berakhir
nafas kehidupan
dari bawah tanah
kekekalan
sampai hari ini
kita masih jadi pejalan kaki
sepanjang ribuan kilometer
menyusuri angan-angan kumal
terus mendaki
ke negeri-negeri
sampai cakrawala ketiga
tanpa ada airmata
tanpa ada matahari
tanpa ada duka cita
rajin terbang dengan dua sayap
kian kemari
bersembunyi di taman kaca pohon kehidupan
o, ternyata,
rumah sengketa luar kota
masih ada di sini
Jakarta, Senin 1 Desember 2025
Guru Dalam Puisiku
guru dalam puisiku
ia sesosok pejuang mulia
yang mengajarkan aku melek
untuk berhitung cepat
untuk menulis huruf-huruf kapital
dan angka-angka digital
untuk persiapan masa depan
sampai aku punya
sandang dan pangan
guru dalam puisiku
telah mengajarkan aku
untuk lebih pintar
dari mesin-mesin kecerdasan
sejak belum punya kecemasan
sampai menutup akhir zaman
guru dalam puisiku
lihatlah anakmu yang dulu lugu
kini akal budiku
sudah dapat terbang
hingga tiba di awan kemuliaan
guru dalam puisiku
llihatlah anakmu yang dulu jenaka
kini sudah pandai mengajar
menulis sebuah puisi
seperti pujangga dan pewarta
guruku juga adalah pahlawan
tanpa tulisan
tanpa lukisan
tanpa perang
dan tanpa tanda jasa
Jakarta, Kamis 20 November 2025
Sajakku Terbang Bersama Pohon Natal
sajakku terbang liar
bersama pohon natal
padahal tadi malam
baru kunikmati
perkawinan memanjang
dengan sepucuk bunga matang
dibalut gaun merah
bertebaran di atas kasur hitam
nafas-nafas kehidupan
kembali menggairahkan
sajakku terbang bersama pohon natal
tak ada kado
tak ada sinterklas
hanya kecupan salju
bintang-bintang bertebaran
lalu menyatu dengan alam liar
di sini
aku seperti pengembara asing
hiruk.pikuk orang-orang lalu lalang
membawa koper kemewahan
kepelesiran kemiskinan
sambil ucapkan; haleluya, telah datang
raja damai
putera gembala agung
membawa obor iman
kasih dan pengharapan
Pacific Place, Hotel Ritz Carlton, Jakarta Minggu 30 November 2025

**/Pulo Lasman Simanjuntak, dikenal sebagai wartawan, sastrawan, dan rohaniawan.Karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal dan 50 buku antologi.puisi bersama para penyair di seluruh Indonesia.Belakangan ini karya puisinya juga telah digubah menjadi puisi dalam lagu -mempergunakan teknologi meta ai- yang ditayangkan pada chanel youtube Wawan Hamzah Arfan, Penyair dari Cirebon.Sedang dua karya puisinya berjudul “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” dan “Meditasi Batu” telah dijadikan tembang puitik (art song) oleh Komponis Ananda Sukarlan. Sejak tahun 1980 s/d 2025 karya puisinya telah dimuat di 23 media cetak (koran, suratkabar mingguan, dan majalah) serta dipublish (tayang) pada 300 media online (website) dan majalah digital baik di Indonesia maupun di Malaysia. Kontak: 0823-1571-9299 (wa), Email: pulo_lasman@yahoo.com, IG: lasmansimanjuntak, Youtube: lasman tv, Tik Tok: lasman simanjuntak