Meteor: Puisi Neisha Zintya Firezka

266

Melintasi angkasa dengan cemerlangnya,
Meteor menebus asmosfer, tuk hadir dalam hidupku.
Namun, atmosfer tak tampak, merusak hatiku yang rapuh,
Terluka oleh segala ragam kehidupan yang terjal dan berliku.

Namun, dari kegelapan terpancar sinar merah menyilaukan,
Menembus jiwaku, menggugah semangat yang terpendam.
Seperti pelangi setelah hujan, bersemayam di ufuk jauh,
Sinar itu mengembalikan harapan, menyegarkan naluri dan batin yang keruh.

Tulisan Terkait

Rempang: Husnu Abadi

Meteor, engkau tak sekadar puing di langit biru,
Tapi lambang harapan dan keajaiban yang menyatu.
Dengan pesona yang kau bawa, mengubah kehidupan,
Mengajarkan arti keberanian dan semangat tanpa batas yang mengalun.

31 Mei 2023

Siswa SMA Cendana Pekanbaru

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan