Pada Gelap Bayang Ayah | Puisi : Eko Ragil Ar-Rahman

138

PADA GELAP BAYANG AYAH

Adalah remang samar boneka beruangku yang dulu kau buang pada angin waktu,

berputar-putar di ngarai waktu.

Ayah, malam ini hanya ada bulan busur

Tak ada hangat yang tinggal, selain bekas kopi di kemeja.

Kalongkalong menyembelih suara, ringisku adalah haram paling kutuk

untuk kau dengar

Berita Lainnya

Pantang lelaki menangis! katamu.

Maka dari lubang masa kecilku, tubuh ini kandas, pecah,

Menjadi gaung sedih yang dikubur kunang-kunang.

Apa yang ada pada hari esok, Ayah?

Barangkali bencana baru, untuk aku sekali lagi pecah

dan kau berjingkak di ujung jalan, menangis

dengan tubuh penuh abu tanah.

Pekanbaru 2021

Eko Ragil Ar-Rahman, kelahiran Pekanbaru 1995. Tunak di Community Pena Terbang (COMPETER), menulis puisi, cerpen, juga novel online. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media cetak lokal dan nasional, juga mengikuti beberapa antologi puisi nasional. Sekarang tengah menggali kembali semangat menulisnya di samping menjadi Freelance Editor dan Content Creator.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan