

Keimanan berasal dari kata iman. Secara bahasa, iman berarti percaya. Sedangkan menurut syariat Islam, iman adalah meyakini bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Nabi Muhammad merupakan utusan-Nya. Iman umat Islam bisa dibuktikan dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seorang Muslim yang memiliki iman di hatinya yakin dengan segala ketentuan yang ditetapkan oleh Allah. Karena hanya dengan iman tersebut, umat Islam bisa mendapatkan kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak.
Keimanan seseorang itu tidak stagnan, keimanan itu selalu dinamis. Sehingga keimanan seorang Muslim tidak sama di setiap harinya. Kedinamisan iman itu tergantung dengan faktor yang mempengaruhinya. Ketika pengaruh itu bersifat positif, maka keimanan akan naik atau bertambah, tetapi jika pengaruh itu negatif, maka keimanan turun drastis, sehingga pada saat iman turun tidak sedikit seseorang akan terjerumus ke lembah kehinaan.
Indikator yang nampak ketika iman bertambah bisa dilihat ketika seseorang sedang semangat beribadah, sebaliknya, indicator iman menurun bisa didapatkan ketika seorang muslim malas beribadah. Naik turunnya iman seseorang bisa terjadi kapan saja, termasuk juga di bulan ramadan.
Firman Allah dalam surat Al-Fath menjelaskan:
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).
Oleh karenanya, setiap umat Muslim diwajibkan untuk memelihara dan meningkatkan iman yang ada di hatinya secara terus menerus. Sebab, iman manusia diibaratkan seperti tanaman. Apabila dipelihara dengan baik iman akan tumbuh dengan subur dan jika tidak dirawat, iman di hati akan mudah layu.
Memperhatikan tentang keimanan kita yang bisa naik turun, maka tentunya kita harus bisa melakukan penguatan iman kita atau kita harus mem-booster keimanan kita.
Booster itu bisa diartikan sebagai penguat. Artinya sebelum booster dilaksanakan, sesuatu itu memang sudah ada, dengan kata lain jika sesuatu itu belum ada maka belum bisa dilakukan atau diberikan booster, misalnya kita akan melakukan booster untuk penguatan tubuh, maka sebelumnya kita harus memiliki kekebalan tubuh. Begitu juga dengan keimanan, jika kita ingin mem-booster keimanan, maka sebelumnya kita harus sudah memiliki keimanan dalam diri kita.
Di bulan Ramadan ini sangat tepat jika kita ingin mem-booster keimanan kita. Kenapa demikian? Karena suasana di bulan Ramadan ini sangat mendukung untuk itu. Seperti yang kita ketahui bahwa ketika datangnya bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan di belenggu. Ditambah lagi amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya, amalan sunnah pahalanya seperti amalan wajib. Keutamaan lain bulan Ramadan adalah adanya satu malam yang sangat istimewa, yaitu malam qodar, malam yang lebih baik dari seribu.
Dengan adanya kondisi seperti yang dijelaskan di atas tadi, maka program booster iman di bulan ramadan insyaa Allah akan berjalan dengan lancar. Karena jika di luar ramadan banyak sekali hambatan dan rintangan untuk bisa meningkatkan keimanan kita. Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk mendapatkan booster keimanan? Setidaknya ada empat kegiatan yang bisa dilakukan untuk membooster keimanan. Berikut ini beberapa kegiatan atau amalan yang bisa kita jadikan sebagai booster keimanan kita,
1. Berdoa dan memperbanyak dzikir
Doa adalah senjatanya orang Islam, oleh karena jangan sampai kita malas untuk berdoa. Dalam do akita bisa mengadukan segala permasalahan, dalam doa juga kita bisa meminta pertolongan. Selain berdoa, umat Muslim bisa memperbanyak amalan dzikir dalam kehidupan sehari-hari. Dikutip dari buku Semua Ada Waktunya terbitan Guepedia, bacaan dzikir yang bisa meningkatkan iman ialah lafadz tauhid, yakni bacaan laa ilaa ha ilallah yang artinya “Tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Allah.” Pernyataan itu diperkuat dengan Sabda Nabi Muhammad: “Perbaharuilah iman kalian.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana caranya?” Rasulullah berkata, “Senantiasa berdzikir, yakni memperbanyak Laa ilaa ha illallah.”
2. Memperbaiki Salat
Salah satu cara meningkatkan iman dan takwa adalah dengan memperbaiki salat. Menunaikan ibadah salat dengan khusyuk akan menghindarkan umat Muslim dari segala perbuatan yang dibenci Allah dan Rasul-Nya. Penulis yakin semua orang Islam sudah pasti pernah melaksanakan salat, baik yang wajib maupun yang sunah. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah salat kita sudah berkualitas atau hanya sekedar gugur kewajiban. Jika hanya berdasarkan gugur kewajiban, maka pada bulan ramadan inilah saatnya untuk memperbaiki salat, dengan memperbaiki salat diharapkan keimanan kita akan bertambah.
3. Mencegah diri melakukan hal yang sia-sia
Cara ini dapat dilakukan dengan berpuasa. Amalan tersebut merupakan proses pengendalian diri terbaik umat Muslim. Saat berpuasa, umat Islam dilarang melakukan hal-hal yang haram dan dianjurkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.
4. Merenungkan ciptaan Allah
Dengan merenungkan segala ciptaan Allah, manusia akan menyadari bahwa dirinya hanyalah makhluk lemah di hadapan-Nya. Hanya Allah Tuhan yang Maha Esa yang mampu menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya.
Selanjutnya M. Quraish Shihab menambahkan amalan sederhana yang dapat dipraktikkan dalam membooster keimanan:
1. Membersihkan Hati
Persiapan yang perlu dilakukan agar bisa mengisi iman adalah dengan membersihkan hati. Membersihkan hati dengan beristighfar kepada Allah, serta membersihkan diri dengan memaafkan sesama manusia, mengeluarkan sifat-sifat dengki, iri, serta memperkuat persaudaraan. Ramadan ini lebih utama untuk memperbaiki hati agar lebih mengenal Allah, mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amalan-amalan kebaikan.
2. Membaca Alquran
Mempertebal keimanan di bulan Ramadan dapat dilakukan dengan membaca Al-quran. Membaca kitab suci itu penting. Berusaha membaca dan memahami ayat-ayat Allah untuk lebih mengenal-Nya. Jika pun masih tidak paham, tetaplah membacanya dan jangan berhenti. Sebab baru sekadar keinginan untuk mengetahui itu sudah bisa untuk mengosongkan hati, lagi mendapat pahala.
3. Bersedekah
Amalan sederhana yang bisa menjadi booster keimanan kita adalah dengan bersedekah. Bersedekah pun tak harus selalu dengan uang, atau dengan materi yang banyak. Sedekah yang sederhana tanpa modal adalah dengan senyuman. Jangan berpikir bahwa memberi itu harus banyak, bersedekahlah walau hanya sebutir kurma. Dalam arti sedikit apapun sedekah itu sudah bisa menjadi bekal buat membersihkan hati.
Selain bulan untuk membooster keimanan, bulan ramadan juga disebut dengan bulan diskon. M. Quraish Shihab mengumpamakan bulan Ramadan sebagai bulan sale atau diskon, karena dengan sedikit amalan saja Allah akan memberikan ganjaran kepada mereka yang melakukan.
Dalam sebuah hadits disebutkan: “Setiap amalan kebaikan anak Adam [manusia] akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi’.” (H.R. Bukhari).
Jadi, mari kita manfaatkan ramadan tahun ini. Jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan bulan Ramadan yang hanya ada sekali setahun ini.
Syamsul Bahri, Kepala MTs Al-Hidayah Toboali, Desa Keposang Kec. Toboali Kab. Bangka Selatan Prov. Babel, 085269381201, syamsulpemulutan81@gmail.com