PARADE PUISI 237 TAHUN PEKANBARU – Puisi A.Aries Abeba

PARADE PUISI
237 TAHUN KOTA PEKANBARU,
23 JUNI 1784-2021

PUISI-PUISI A. ARIES ABEBA


KOTA DAN MINYAK

Tinggal sebotol minyak
Untuk bertanak
Sedang kota ini
Kota minyak

Tinggal api lilin
Api arang
Api miskin
Api malang
Nan tak punah padam

Minyak pertapa
Mencurah jutaan dollar
Sayang aku terlantar
Belum cium bau harum

Tinggal mimpi
Tinggal puisi
Ysng dapat kukata
Yang dapat kurenung
Walau duka
Walau terelung

Kota minyak
Kota tak bertanak

Pekanbaru
1989

KOTA DAN BUYA

Seorang buya naik mimbar
Bicara tentang mungkar
Seorang makmum duduk menung
Merenung dosa yang merelung

Buya tak lepas kopiah
Berselendang sajadah
Khutbah kapan saja
Jauh dekat sama saja
Walau tanpa uang lelah

Kota tak lepas buya
Sebab mati butuh buya
Kawin butuh buya
Kenduri butuh buya
Wirid butuh buya
Khutbah butuh buya

Buya
Punya segudang pahala
Pintu surga dihadapannya
Atau
Neraka sebagai musuh
Aku tak tahu

Pekanbaru
1989


KOTA DAN BUNGA

Hari ini
Semua bunga mekar
Bagai riak menjalar
Tapi masih ada
Akar hilang entah kemana

Hari ini
Daun tak jatuh lunglai
Sedang panas membadai
Dahan tak patah habis
Sedang penyamun mengikis

Tuahmu kota
Tuah tak pandang waktu
Ketika sepanjang jalan
Bunga terpandang lantang
Inikah kota dan bunga
Satu melodi cinta
Atau gaung dalama mendung

Kota
Peluklah bunga hijau
Merah
Kuning
Walau kan jadi kurus
Dan kering

PEKANBARU
1989

Biodata Penulis :

ARIES ABEBA lahir di Airmolek, Indragiri Hulu (Tahun 1956) dan lulusan Pondok Pesantren Gontor Ponorogo. Pernah memimpin Komite Sastra DKR, Dewan Kesenian PTPN 4 Riau, dan kini sebagai pendiri dan pembina Panggung Seni TOK TAN, yang berlokasi di jalan Harmonis, Hang Tuah, Pekanbaru, telah menerbitkan belasan buku puisi (antara lain Kota dan Tuah, Hentak, Padamu Habibie, Ombak karimun, Atar 101) dan puisi-puisinya tersebar dalam puluhan antologi puisi. Melawat ke Singapura, Malaysia, Brunei, Sabah, bahkan beberapa negara Eropa dan Amerika.

Bersempena dengan Ulang Kota ke 237 Pekanbaru, sejumlah puisinya dipersembahkan kembali untuk pembaca media.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan