Dari jendela kulihat hujan turun membasahi bumi. Kumelamun sambil menyandarkan tubuhku di samping kaca. Lalu sambil berkhayal alangkah indahnya jika saat ini aku bisa bermain hujan dan berteriak dan melepas kegalauanku yang menyelimuti hati.
Tapi kemudian aku berpikir ulang, itu tidak mungkin aku lakukan, sebab jika aku seorang ibu bermain dengan air hujan maka anakku orang pertama yang akan lebih dahulu membuka pintu rumah dan berlari sambil berteriak,”Horee … mandi hujan.” Emaknya hanya jadi penonton.
Batam, 5/1/23