Pentas Puisi Jepang, Rangkaian Acara Wisata Puisi Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS)

22

Menulis puisi itu, menulis sesuatu yang bukan sesuatu itu (Datok Asrizal Nur)

Itu adalah intisari kata dari pendiri PERRUAS yang memiliki daya kekuatan kata tentang puisi. Puisi bagi PERRUAS bukan sekadar kata, tapi sesuatu yang nyata hadir di tengah-tengah kita. PERRUAS memiliki tradisi program menghadirkan puisi di tengah masyarakat untuk yang kesekian kalinya. Kali ini Wisata Puisi berlokasi di Negeri Sakura, Jepang. Sebelumnya Wisata Puisi pernah beracara di Brunei Darussalam, Kuala Lumpur, Tanah Suci, Mesir, Turki, Korea Selatan, dan beberapa kota di dalam negeri lainnya.

Wisata Puisi Jepang tahun ini dilaksanakan tanggal 2 s.d. 8 Oktober 2026. Diawali tanggal 2 Oktober 2026 seluruh peserta berjumlah 42 orang dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di J Hotel Jakarta. Titik kumpul di hotel sekitar bandara Soekarno Hatta (Soetta) untuk persiapan keberangkatan. Dalam persiapan di J Hotel dilakukan seremoni berupa arahan dari Ketua PERRUAS, pembukaan secara simbolis, dan pembacaan puisi beberapa peserta.
Perjalanan berlanjut dengan seluruh peserta menuju Bandara Soetta tanggal 3 Oktober menuju kota transit Saigon Vietnam. Selama 7 jam menanti penerbangan berikutnya menuju Kansai Airport dan mengunjungi landmark kota Kyoto yaitu Fushimi Inari Taisha. Peserta diberi pilihan untuk memakai Yukata/Kimono. Selanjutnya mengunjungi Arashiyama Bamboo Grove untuk walking tour dan photostop di deretan pohon bambu disepanjang area. Beberapa peserta melakukan pengambilan video pembacaan puisi dengan latar dua tempat tersebut dalam suasana gerimis di bawah payung transparan. Setelah seharian menikmati kota Kyoto, rombongan kembali ke Osaka untuk rehat di Bande Hotel.

Senin, 5 Oktober peserta melanjutkan perjalanan puisinya menuju Nara Park atau taman rusa yang ikonik. Dalam pengambilan video pembacaan puisi menjadi lebih bernilai humanis karena mendapat latar rusa-rusa jinak yang berlalu lalang. Perjalanan dilanjutkan dengan berganti-ganti KRL menuju Osaka Castle area, kastil paling legendaris di Osaka untuk pengambilan video pembacaan puisi beberapa peserta dalam suasana kembali hujan. Hari itu diakhiri dengan menelusuri kawasan perbelanjaan Dotonbori Area dan photostop dengan background “Glico Sign” yang menjadi ikon Dotonbori hingga diakhiri agenda malam itu menuju hotel.

Tulisan Terkait

Selasa, 6 Oktober Agenda PENTAS PUISI dari PERRUAS di Ballroom TKP Osakaumeda Conference Center, Osaka selama 2 jam. Peserta Pentas Puisi membacakan puisinya dengan beragam cara dalam pembacaannya. Terasa aroma Indonesia dan Jepang menggema dalam ballroom Osaka. Selain pembacaan, puisi-puisi yang dibacakan diluncurkan dalam buku berjudul “Memetik Sakura dengan Puisi”. Setelahnya peserta diberi pilihan acara bebas untuk mengunjungi Universal Studio Japan dengan ikonnya Harry Potter/Tombori Cruise/Explore Tennoji Park.

Rabu, 7 Oktober seluruh peserta persiapan kembali menuju tanah air menuju Bandara Kansai Osaka. Peserta terbagi dalam dua maskapai penerbangan, Vietnam Airlines transit Hanoi 7 Jam dan Malaysia Airlines transit Kuala Lumpur 2 Jam – 15 Menit. Kemudian berkumpul dan berpisah di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Arigatou Gozaimasu.

“Wisata Puisi kali ini bukan sekadar perjalanan, namun silaturahmi menambah persaudaraan.” Intisari kalimat yang dirangkum dari tanggapan peserta.

Namun di tanah jauh ini, di bawah rimbun merah jambu
Melayu itu justru kutemukan kembali di sini
Bukan pada bisingnya pangkat atau riuh klakson kota
Melainkan pada langkah tapak-tapak kaki melangkah santun
Pada bicara dalam bahasa indah dan terjaga marwahnya
Pada senyum tulus dengan seulas tawa menyimpan rasa hormat.

(Mencari Melayu Pada Guguran Sakura karya Bambang Kariyawan Ys.)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan