Perdana, Monolog “Babi” Sambangi Kota Dumai

32

Membuka agenda 2026, sutradara sekaligus aktor teater Fedli Azis bersama komposer dan musisi Micho Cello berduet lewat karya monolog berjudul, “Babi“. Karya yang diadaptasi dari cerpen Putu Wijaya tersebut, untuk perdana dipentaskan di Kota Dumai pada Sabtu (04/04/2026) mendatang.

Karya berdurasi 40-45 menit itu disuguhkan dihadapan publik berkat kerjasama Lembaga Teater Selembayung dan Komite Teater Dewan Kesenian Dumai (DKD). Bukan hanya pementasan monolog, pada Jumat (03/04/2026) digelar pula workshop atau class acting yang menyasar guru seni serta pelajar se-Kota Dumai.

“Bisa dibilang pementasan monolog ini menjadi ‘pemanasan‘ untuk tahun ini. Apalagi kami sedang mempersiapkan beberapa karya teater untuk agenda tahunan,” ujar dedengkot Lembaga Teater Selembayung, Fedli Azis.

Dijelaskan Fedli, khusus karya monolog berjudul, “Babi” ini telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Karya tersebut disiapkan untuk beberapa kali pementasan di kabupaten/ kota se-Riau seperti Kota Dumai, Pekanbaru, Bagansiapiapi, Pasirpengarayan, Tembilahan dan lainnya.

Tulisan Terkait

ADAKAH : Puisi Datin Sariana

“Tentu saja kami berharap penikmat, pemerhati dan pelaku teater Kota Dumai hadir pada helat tersebut. Sekaligus berbagi pengalaman proses kreatif usai pagelaran,” ujar Fedli.

Menurutnya, workshop dan pementasan teater, baik gruping maupun monolog sebuah keharusan. Apalagi memang aktivitas teater di Riau terus mengalami perkembangan yang lumayan pesat dengan lahirnya asosiasi Jaringan Teater Riau (JTR) dua tahun terakhir,” ulasnya.

Sebagai pelaku teater Riau, Fedli yang kerap dipercaya sebagai kurator teater, baik di level provinsi maupun nasional, menekankan bahwa workshop seharusnya terus dilakukan berbagai pihak, terutama oleh pemerintah. Apalagi perkembangan seni pertunjukan satu ini cukup menjanjikan dengan semakin ramainya para pihak menaja festival teater.

“Menularkan ‘virus‘ akting ke generasi muda tak boleh berhenti dilakukan. Sambutan Dewan Kesenian Dumai (DKD) yang diketuai Agoes S Alam menjadi momen penting bagi geliat teater di kota itu,” kata Fedli.

Khusus agenda workshop yang diinisiasi Komite Teater DKD yang digawangi Angga dan David diarahkan bagi guru seni dan pelajar SMA sederajat. Agenda itu dimaksudkan sebagai bekal dan pengetahuan mendalam untuk menghadapi helat FLS3N yang ditaja pemerintah pusat hingga daerah setiap tahunnya, terutama monolog.

“Kami sangat antusias saat Bang Fedli Azis menawarkan untuk main di Dumai. Bagi kami workshop monolog ini sangat bermanfaat bagi guru seni dan pelajar. Nah, jangan lengah lagi, yuk merapat,” ungkap Angga kepada masyarakat Dumai.(*)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan