Pucuk Kata | Puisi Karya Muhammad Asqalani Eneste

Pengasuh : Bambang Kariyawan Ys

Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe
Pohon Ibu Tubuh di Gazela Ceriteraku

Ibu, aku biji terang cahaya langit yang jatuh ke gelap rahimmu,
aku hanya sebentuk zarrah kecil, putih dan nyaris tak terlihat, tapi aku ada.
Perlahan Tuhan membantuku jadi sebentuk zigot yang menempel,
segumpal darah yang berubah tulang, tulang yang diselimuti daging yang kokoh,
aku pun manusia dan menangis sempurna.

Ibu, tujuh bulan aku menyusu tubuhmu, menangis dan tertawa di sela waktu.
Selamanya ayah masuk ke dalam waktu, lebur dengan tubuh jam, kembali kepada tiada.
Aku tetap bersuka cita dan menangis biasa, seperti ayah bukanlah bagian dari sejarah.
Kau tahu ibu, bayi tak sebijak orang dewasa, atau bayi tak sebijak engkau.

Ibu, ketika ketiadaan ayah kau ganti dengan ayah kedua,
aku menjadi orang ketiga yang dilarang manja,
aku jadi gampang curiga dan semakin sulit untuk tertawa,
aku tertawan hidup yang dicungkup tubuhmu dan tubuh ayah keduaku.
Bola salju semakin membeku di lubuk hatiku.

Aku bepergian dengan kakek, menjadi milik kakek,
meski kutahu jiwaku tak setara dengan jiwa lelaki tua yang kehilangan istrinya
sejak pada takdir yang baka.
Aku tetap belajar tertawa, tertawan oleh orang lain, lelaki lain, yang tak lain ayah dari ayahku.

Ayah keduaku jadi abu, kakek jadi bau tanpa bau. Mereka terbang ke angkasa,
diberi sayap oleh semesta, sebab Tuhan gampang menutup usia siapa saja.

Aku ingin tidur di sampingmu ibu,
sebab terlalu dewasa aku untuk merenggut peluk yang tak lagi milik lelaki mana pun.
Tapi kaku ibu, matamu setajam paku, jantungku beliung bisu.

Hingga akhirnya aku menikah dengan perempuan dari rumah jauh,
membiarkan kami bertukar suhu tubuh, namamu menjadi cahaya ibu,
doa-doaku padamu menjadi jalan panjang sepanjang linang,
aku tak jarang datang ke ruang kesunyian, menyanyikan nada-nada Tuhan,
dan bajumu ibu membelit tubuhku sampai putih seluruh waktu. Surga benar-benar lucu.

Februari , 23 Pohon 2020

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

3 Komentar
  1. Annisa Merjam mengatakan

    Bagus seksli, terus berkarya, Kakak Asqa.

  2. Riami mengatakan

    Keren uiiiii

  3. MH ABADI mengatakan

    asqalani….
    where are you now ?
    in PEKANBARU?

    please come to our room, and take nice cappucino……

    God bless you