Puisi : 1. Tepi bio 2. Manobang, Karya Kunni Masrohanti

KOTAU” Tepi Bio

menunggu terang arah ke hulu
mencari kemumu mancagh yang jatuh
ke batang bio hilang pagi menangis
sejak di pulau  malam
sebelum kemarau
hulu berair godang
keruh hilir menunggu
kiriman jauh batang
meranti berarak piaw
meraung di dada ombak menari – nari
di ludai rindu tertinggal,
senyum yang pergi

2019



“KOTAU” Manobang

usai hujan dan bandang subayang
bersalin diri hilang jernih,
bertandang keruh,
kembali bersih poi ayah ka rimbo jauh berhari,
berminggu nak bujang poi
dituruikan juo dalam risau omak
diiyokan pulo tobang manobang,
limpahkan niat,
gadaikan kuat sebab hidup tak sebatas karat,
tak sebatas mati dan,
omak manunggu sebesar janji

bandang datang poi jan dihalang
emas batang di tepian harus dihilir
sudah menunggu kita semusim
lalu biar bercahaya
dapur kita yang layu makan lomak,
bukan apo nan ado poi,
poilah karimbo jauh
dalam hari, bulan, subayang
bersalin diri jika sampai ke waktu
jernihnya sulit untuk kembali
posan ayah ka omak
sebab hidup tak sebatas mati

2017-2019

Biodata : Biodata Kunni Masrohati

Kunni Masrohanti (lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 11 April 1974; umur 46 tahun) adalah sastrawati berkebangsaan Indonesia. 

Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa puisi yang dipublikasikan di sejumlah surat kabar, dan terangkum dalam berbagai antologi. Berbagai penghargaan dan prestasi telah diraihnya di antaranya Anugerah Sagang tahun 2012 untuk kategori Karya Non Buku dan Kategori Komunitas Terbaik 2016, Anugerah Pemangku Seni Tradisional dari Gubernur Riau tahun 2014, Anugerah Baiduri dari PRBF Fondation tahun 2014 untuk Kategori Sastrawati, dan Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksiminas tahun 1999. 
Nama dan proses kreatifnya dibukukan dalam buku Apa & Siapa Penyair Indonesia terbitan Yayasan Hari Puisi, 2017. Dia juga tercatat pernah menghadiri perhelatan sastra dalam negeri maupun luar negeri, seperti Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) II di Jakarta. 
Tahun 2019, Kunni terpilih sebagai salah satu penyair yang diundang dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI di Kudus yang dihadiri oleh sastrawan enam negara Melayu serumpun, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
Penerima Anugerah Sagang kategori seniman/budayawan pilihan Sagang 2019, pendiri Komunitas Seni Rumah Sunting Pekanbaru tahuun 2012, Ketua Wanita Penulis Indonesia (WPI) Riau 2018-sekarang, Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI) 2018-sampai sekarang.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan