Doa Sebutir Pasir | Puisi : Wanto Tirta

110

DOA SEBUTIR PASIR
bagi salim kancil

hujan air mata bercampur pasir
duka berpendaran di langit

gumam al fatihah
mengiring keranda

jasad boleh pergi
merah putih tetap di hati
idealisme meninggi
tegak di gunung pasir

laillahailallah
tiada tuhan selain Allah
wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil
‘aliy-yil ‘azhiim
tidak ada daya dan kekuatan yang berguna kecuali dengan pertolongan
Allah yang Maha Tinggi
lagi Maha Mulia

butiran pasir berwirid
membuat pusaran kekuatan illahi

kekuasaan bertatah rupiah
bakal sirna ditelan murka

di meja tuhan
palu keadilan mengancam

siapa salah bakal seleh
siapa benar akan bersinar
becik ketitik ala ketara
pangkat bisa minggat
rakyat dapat berkuasa di istana

bendera setengah tiang berkibar di lumajang
ikan-ikan di laut bersujud
batu-batu berdoa khusu
ombak laut hening tengadah
memanjat doa atas gugurnya pahlawan pasir

salim kancil
terukir mungil
di atas hamparan pasir
semerbak bau wangi
menghias hati

allahummagfir lahu warhamhu wa’afihii
wa’fu ‘anhu
ya Allah, ampunilah dia, beri rahmat dan sejahterakanlah dia
serta maafkanlah dia

01102015

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan