Sajak Suminto Asayuti | Purbalingga Kepada : Ibu dan Kota Kelahiran oleh Wanto Tirta

Wanto Tirta membacakan Sajak Suminto Asayuti

Purbalingga
Kepada : Ibu dan kota kelahiran

lengaslah langit duniaku sudah,
sebelum kubaringkan tubuhku atas telapak tangan cinta kota kelahiran

teramat dicinta
terasa adalah sebuah simphoni perbukitan
yang nanar menatap tanah datar
ketika sesaat muncul di atas tembok tua tepian kota

untuk siapa ini raga luka
untuk siapa ini gelas kutuang air hangat di pagi buta
kalau bukan untuk sittie
kalau bukan untuk yunie adikku manis

ah memang kadang terasa merana
menanti itu malam tiba
dengan gemuruh loko tua yang sesat sesaat berpusar di telinga

setelah segalanya tersudut di atas segala janji
sebelum sempat kutoreh pahatkan seberkas pesan dikeningmu
wahai, tanah kelahiran
satu anak lelakimu pergi tanpa salam selamat tinggal

kini, ketika sepotong wajah lelaki hitam lemas terkulai
ditengah perjalanan

bebenahlah sebelum malam, sebelum anakmu pulang untuk tidur di pangkuanmu

wahai dipucuk-pucuk duri kembara
kita bicara lewat tonggak-tonggak tertancap menjulang
disepi cakrawala

Malam Tamansari -1976

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan