Puisi : Maka Berangkatlah Malam Lewat Jalan Bertabur Duri Rindu Ini, Karya Fakhrunnas MA Jabbar

Maka Berangkatlah Malam Lewat Jalan Bertabur Duri Rindu Ini

*kepada hendry ch bangun dan dheni kurnia

bulan menjuntai
tangan menggapai
di lintasan jalan tanpa bayang
hanya suara semak perdu membisu
angin menggoyang pucuk ilalang
tak siapa tahu

maka
berangkatlah malam lewat
jalan bertabur duri rindu ini

deru debu
lambai daun hijau
riak minyak di hunjaman tapak kaku
amboi, kita sudah berjingkat di antara pulau di riau

dan kita kian dekat
memerah darah sejarah hang tuah dan jebat di melaka
membalik kitab-kitab tak ternama di siak sriindrapura
mengkikat langkah sultan mahmud di pekan tua

maka
berangkatlah malam lewat
jalan bertabur duri rindu ini

mari berlajar sejarah
meski darah tak terdedah
negeri kaya raya ini selalu bermuram durja
bagai hamba sahaya menunggu sang raja
beribu langkah mencari jejak lama
tak kunjung berjumpa meski tahta di depan mata
beribu tangan mengayun duka
mencari genggam yang terbuka di mana-mana
tak kunjung bersua titah paduka di sudut kota

maka
berangkatlah malam lewat
jalan bertabur duri rindu ini

mari bersama menyibak sejarah
entah halaman berapa sudah terbaca
kisah orang lemah tak tamat-tamat sudah
meski kita lupa tanda baca dan jumlah aksara

perjalanan tengah malam
tanpa hujan dan tangan bulan
mendedahkan sejarah
selangkah demi selangkah

pku-siak sriindrapura, 28 juli 2009

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan