Petinju Legend Baku Pukul pada 12 September 2020, Tyson Vs Jones

JAKARTA- TIRAS TIMES – Rencana comeback Mike Tyson ke ring membuat mayoritas fans tinju tak sabar menanti. Namun, anak-anak sang legenda sendiri lebih ingin melihat ayahnya tetap pensiun.

Mike Tyson (54 tahun) bakal kembali beraksi di ring untuk menghadapi Roy Jones Jr pada suatu laga amal sepanjang delapan ronde pada 12 September 2020 di California.

Pertarungan tersebut bakal menjadi kali pertama Tyson menapak ke ring tinju semenjak menghadapi Kevin McBride pada Juni 2005 saat ia berusia 38 tahun dan 346 hari.

Roy Jones Jr bukan lawan sembarangan, petinju berusia 51 tahun ini pernah menjadi juara empat divisi berat.

Jones terakhir bertarung pada 2018 tetapi ia tidak pernah secara resmi mengumumkan pensiun.

Pertarungan bakal berlangsung dalam regulasi ketat, duel bakal dihentikan ketika ada wajah salah satu petinju tergores.

Tyson dan Jones Jr juga bakal mengenakan sarung tinju yang lebih berat yaitu 12 ons (340 gram) alih-alih 10 ons (283 gram) yang merupakan standar di kelas berat.

Tyson, yang memiliki delapan anak, pun dalam kondisi ideal dan masih mempunyai ketajaman serta kelincahan bertarung, seperti yang ia tunjukkan lewat video-video unggahannya.

Namun, semua kewaspadaan itu ternyata tak berhasil membuat anak-anak Mike Tyson lebih mendukung rencana ayahnya.

“Anak-anak saya bilang bahwa saya lebih baik duduk diam saja,”” tutur Mike Tyson kepada Jimmy Fallon di The Tonight Show.

“Namun, mereka tahu apa sih? Saya sangat percaya diri. Mereka tak tahu caranya bertarung, tak ada satu pun anak saya yang bisa mengalahkan saya dalam pertarungan, jadi mereka bicara apa?”

Salah satu mantan pelatih Mike Tyson, Jeff Fenech, adalah salah satu pihak yang mendukung Si Leher Beton.

Ia percaya Mike Tyson masih cukup kompetitif untuk mengalahkan petinju top kelas berat sekarang seperti Deontay Wilder.

” Tinju tak lagi sama. Saya jamin apabila Mike Tyson latihan selama enam pekan, ia dapat menundukkan Wilder dalam semenit,” ujarnya.

“Jika orang-orang seperti ini berhasil dikalahkan oleh Tyson Fury, seorang petinju hebat tetapi bukan seorang puncher keras, Tyson bisa menghempaskan orang-orang ini dengan mudah,” tutur Fenech seperti dikutip dari Boxingscene.com.

“Mereka tidak satu level. Saya yakin jika Mike latihan ia dapat mengalahkan orang-orang ini. Fury punya keahlian lain. Namun, Deontay Wilder hanya punya pukulan dan tak ada yang lain. Pukul dia, dan semua berakhir. Mike tak pernah meleset,” ujarnya lagi. (Hsub/Kompas) 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan