Saat Detik Tak Lagi Berarti | Puisi : Ngadi Nugroho

Tulisan Terkait

SAAT DETIK TAK LAGI BERARTI

Masihkah bunyi detik itu berarti. Saat rembulan dan matahari telah beranjak lingsir. Dan dinding nampak pucat berdiri tertabrak angin yang mendesir. Mendesirkan tentang Tuhan yang telah melipat waktu pelan-pelan.

Masihkah bunyi detik itu berati. Bukankah waktu adalah fana. Dan bodohnya kita, percaya umur maju ke depan. Padahal burung-burung pun sadar. Kepak akan tenggelam saat rembulan merembang.

Semarang, 2022

Ngadi Nugroho, lahir di Semarang. Sajaknya masuk dalam beberapa antologi (Pujangga Facebook Indonesia, Progo7, Dunia: Penyair Mencatat Ingatan, Lampion Merah Dadu, Jazirah XI dll ) beberapa pula masuk di media online (Umakalada News, Litera.co.id, Suara Krajan.com, Mbludus.com, Kepul, Riausastra, Pronusantara, Negerikertas, Media Indonesia, Majalah Elipsis, Majalah Sastra Santarang, Sumenep news, Potretonline, Tatkala, Harian Haluan, Balipolitika news, Magrib.id, Barisan.co dll.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan