

Selamat Pagi Tan
selamat pagi Tan
Aku datang ke rumahmu
Rumah tua
Pandam Gadang
Suliki
Sebuah nagari yang tersembunyi
Dan selalu menyimpan sunyi
Memang tubuhmu tak disini
Jauh disana
Pulau seberang
Desa Selo Panggung
Kediri
Jawa Timur
Tempatmu berjuang
Menawarkan revolusi
Yang sangat keras
Sehingga akhirnya engkaupun harus melepas
Engkau dikalahkan
Engkau didiamkan
Engkau dimakamkan
Suaramu kini tetap bergelora
Melawan penjajahan baru
Yang semakin lama
Seperti lendir
Licik dan licin
Selamat pagi Tan
Pekanbaru/Suliki
Februari 2026
*) Ibrahim Datuk Sutan Malaka atau lebih dikenal sebagai Tan Malaka lahir di Pandam Gadang 2 Juni 1987 dan wafat ditembak mati 21 Februari 1949 dimakamkan di Selopanggung, Kediri

Rindu Bukit 100 Tahun
Rindu dari masa lampau
Kusimpan-simpan
Pastilah menjadi demam
Oh
Bukit jam gadang
100 tahun memberi arah
Tanda- tanda zaman
Tak pernah lelah
Penuh pesona
Penuh pukau
Kini aku peluk rindu itu
Kini aku cium pukau itu
Ketika bundo kandung
Tengah berduka
Anak zaman yang liar
Berlarian
Pada zaman yang telah berlari
Ah
Bundo kandung
Jam gadang
Bukit nan tinggi
Seratus tahun
Pekanbaru
13 Februari 26
*) Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Juni 1926-2026
Husnu Abadi adalah seorang inisiator deklarasi Hari Puisi Indonesia (HPI) 26 Juli. Menerima penghargaan sastra Sagang (2015), Makrifat Marjani (2022), Badan Bahasa (2025) kategori Berkarya 40 Tahun. Menerbitkan buku puisi Lautan Kabut (1988), Lautan Melaka (2002), Lautan Zikir (2004), Lautan Taj Mahal (2021), Lautan Rempang (2024).
Kini masih pensyarah pada Fakultas Hukum UIR sebagai Associated Professor.