Puisi : Taj Mahal (I)

TAJ MAHAL
Oleh: Husnu Abadi

Ya Taj Mahal
Dari jauh aku datang
Melewati lautan, gunung dan lembah
Untuk melepas rindu yang telah lama kusimpan
Lima puluh tahun lalu ketika aku bersila di sebuah beranda
Seorang guru telah memberiku mimpi-mimpi
Tentang sejumlah keajaiban dunia
Dan juga tentang keajaiban cinta

Oh Taj Mahal
Yang tak pernah gelisah
Yang tak pernah sepi
Dan tak pernah sunyi
Aku ingin menyapa sang paduka yang tidur di samping
Betapa aku cemburu pada kesetiaan yang panjang
Dan kecintaan yang tak pernah lekang
Dalam tahun-tahun yang panjang
Pada musim hujan ataupun kering kerontang
Dan aku merasa malu ketika melihat ke belakang
Ketika makna kesetiaan yang sering berceceran
Atau yang sering dipertukarkan

Baiklah paduka Shah
Aku hendak bersila beberapa saat di istana sebelah barat
Memohon kepada Yang Maha agar kau bisa kembali
Ke zaman ini
Ke bumi ini
Bersama air mata kesetiaan
Bersama air mata kecintaan

Oh Taj Mahal
Senja ini aku datang bersama kekaguman, kerinduan dan impian
Seperti juga yang telah kau perlihatkan selama ini
Bersama sungai Yamuna yang tak pernah berhenti mengalir
Menyirami dan mengairi kegairahan
Pusara dan nisan-nisan
Cinta dan kesetiaan
Yang tak pernah putus
Walaupun karena kematian

Agra, 8 December 2010

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan